blok-a.com – Iwan Bule mengatakan bahwa adanya demo besar-besaran yang menuntutnya untuk mundur dimobilisasi.
Iwan Bule diwawancarai dalam sebuah podcast di salah satu channel Youtube ternama pada Rabu (1/11/2022) lalu. Podcast tersebut membahas terkait tragedi mematikan di Stadion Kanjuruhan.
Awalnya, dalam video tersebut, Iwan Bule dan Deddy Corbuzier membahas tentang regulasi dan kegiatan yang dilakukan Iwan Bule setelah mendengar Tragedi Kanjuruhan.
Iwan Bule juga sempat membahas alasan kenapa ia melakukan fun football bersama Presiden FIFA saat ia datang ke Indonesia. Alasan nya adalah karena fun football ini memang dilakukan di semua negara yang didatangi oleh Presiden FIFA.
Kemudian, Deddy Corbuzier menyinggung alasan Iwan Bule tidak mau mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI. Iwan Bule mengatakan bahwa mundur dari jabatan tersebut merupakan hal yang memalukan karena lari dari tanggung jawab.
“Kalau mundur saya pikir tidak menyelesaikan masalah ya, karena saya meninggalkan organisasi yang besar. Itu namanya pecundang, pengecut,” ujar Iwan.
Dalam percakapan tersebut juga Iwan Bule menambahkan bahwa untuk mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI ini harus sesuai dengan mekanisme yang berlaku yaitu Kongres Luar Biasa (KLB)
“Mundur itukan ada mekanisme nya yaitu KLB, nanti dari situ dipilih yang baru. Kan itu berarti pergantian tapi sesuai dengan aturan organisasi,” tutur Iwan.
Setelah itu, Iwan mengatakan bahwa pemerintah tidak ada intervensi sama sekali untuk menyuruhnya mundur. Ia mengatakan bahwa yang menyuruhnya mundur adalah keinginan dari suatu kelompok yang tidak dapat diidentifikasi.
“Kalo pemerintah tidak ada intervensi ya. Itu kan beberapa kelompok yang sulit untuk kita identifikasi yah,” ujar nya.
Ia mengatakan bahwa demo yang diadakan oleh masyarakat terkait dengan Tragedi Kanjuruhan dengan tuntutan yang menyuruhnya mundur itu dimobilisasi kelompok tertentu.
“Masa ada demo besar-besaran untuk memundurkan saya, itu kalo nggak dimobilisasi nggak mungkin lah, itu ada yang menyiapkan lah” ujar Iwan.
Alasan dia mengatakan hal tersebut adalah karena demo membutuhkan dana yang besar dan diorganisir.
“Butuh modal itu, bajunya sama semua,” lanjutnya.




