Cuaca Tak Mendukung dan Sepi Peminat, Wisata Paralayang Batu Tutup Sementara

Wisata Paralayang Kota Batu ditutup sementara sejak Jumat (19/2)
Wisata Paralayang Kota Batu ditutup sementara sejak Jumat (19/2) - Foto: Pungky Ansiska

KOTA BATU – Curah hujan tinggi disertai angin kencang yang masih melanda Kota Batu, membuat wisata olahraga paralayang tutup sementara waktu. Data Jumat (19/2) tercatat kecepatan angin mencapai 20 kilometer per jam.

Tentunya hal ini membuat khawatir pilot paralayang sehingga memilih untuk menutup sementara. Ya, memang paralayang tidak hanya dijadikan sebagai tempat wisata, namun juga sebagai tempat latihan atlet paralayang Kota Batu.

“Keselamatan menjadi prioritas utama. Kalau dipaksakan nanti dampaknya tidak hanya di master tandem namun juga ke passengernya juga. Kan kita ini membawa wisatawan jadi ya perlu di pertimbangkan keselamatan,” jelas salah satu Master Tandem dan Safety Officer Paralayang Gunung Banyak, Ahmad Fauzi.

Lanjut Fauzi langkah menutup sementara akses paralayang dirasa menjadi langkah paling tepat. Penutupan ini hanya akan berlaku hingga cuaca ekstrim kembali mereda dan kecepatan angin sesuai dengan standar paralayang agar tidak membahayakan.

Sementara saat disinggung terkait kunjungan wisata Fauzi mengatakan sejak adanya masa PPKM, wana wisata yang menjadi salah satu andalan di Kota Batu ini mengalami penurunan drastis. Dalam sehari hanya ada sekitar 5 orang pengujung yang berwisata paralayang. Padahal master tandem paralayang terdapat 7 orang.

“Sepi sekarang, biasanya itu ramai apalagi kalau weekend bisa lah 10-15 orang yang naik. Tapi ini paling 3-5 orang saja. Ya gimana lagi udah PPKM ditambah cuaca tidak bersahabat,” imbuhnya.

Meskipun begitu Fauzi tak patah semangat. Ia berinisiatif memindahkan latihan paralayang di Pantai Mondangan Kabupaten Malang.

“Kalau di pantai ini masih cukup mendukung kondisi alamnya, apalagi untuk pemula yang ingin mahir paralayang. Makanya sementara saya pindahkan tempat latihanya disini,” tutupnya.

 

Exit mobile version