Cicit Syeikh Abdul Qodir Al Jailani Pimpin Salat Ghaib Jatim Untuk Korban Gempa Turki

Salat ghaib jamaah fardhu kifayah bagi korban gempa Turki di Musalla Gedung Negara Grahadi. (Pemprov Jatim)
Salat ghaib jamaah fardhu kifayah bagi korban gempa Turki di Musalla Gedung Negara Grahadi. (Pemprov Jatim)

Surabaya, blok-a.com – Gempa M 7,8 Turki yang menewaskan belasan ribu penduduk turut memantik empati masyarakat Jawa Timur.

Mewakili masyarakat Jatim, Khofifah Indar Parawansa, pun mendaulat ulama besar Turki, Maulana Assayyid Assyarif Syeikh Prof Dr Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani untuk memimpin salat ghaib jamaah fardhu kifayah bagi korban gempa Turki.

Rabu (8/2/2023) sore kunjungan silaturahmi itu berlangsung hangat. Mendapat kehormatan dan sambutan istimewa itu, Syeikh Fadhil, memberikan hadiah spesial kepada Khofifah Indar Parawansa.

Sebelumnya, Syeikh Fadhil juga didaulat untuk memimpin salat ghaib bersama di Musalla Gedung Negara Grahadi.

Cicit generasi ke-25 dari Sulthanul Auliya Syekh Abdul Qadir al-Jailani ini usai itu, menghadiahkan 6 jilid lengkap kitab tafsir Al-Jailani langsung kepada Khofifah.

Hadiah tersebut cukup istimewa lantaran Assayid Assyarif Syekh Prof. DR. Muhammad Fadil Al-Jilani Al-Hasani merupakan peneliti manuskrip kitab turots ternama, terutama turots-turots Syekh Abdul Qadir al-Jailani al-Hasani al-Husaini.

“Kami hadiahkan kitab tafsir ini untuk Saudari saya Ibu Khofifah. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW selalu mengangkat persaudaraan di antara para sahabat. Saya ingin menjadikan Ibu Khofifah sebagai saudara saya, ini saudara saya dunia akhirat. Seperti perintah Rasulullah SAW antara Sayyidina Ali dan para sahabat. Semua bersaudara seperti yang diperintahkan Rasulullah SAW,” tutur Syekh Fadhil Al-Jailani.

Lebih lanjut ulama besar yang hingga kini masih aktif sebagai dosen di American University for Human Sciences, California itu memberikan banyak petuah pada Gubernur Khofifah dan juga seluruh tamu undangan yang hadir di Gedung Negara Grahadi.

Di antaranya tentang pentingnya seorang pemimpin untuk berlaku adil, memberikan perhatian pada masyarakat yang kondisinya fakir dan miskin, serta agar selalu menyayangi anak yatim.

Ulama yang juga Pimpinan Umum Markaz al-Jilani Istanbul Turki ini juga memberikan banyak nasehat tentang pentingnya sikap toleransi dan moderasi yang harus dipegang teguh setiap insan manusia.

Tidak hanya itu, Syeikh Fadhil juga memberikan penyampaian tentang pentingnya memegang teguh keilmuan.

Dia juga membeberkan terkait ilmu yang terdiri dari 3 macam. Pertama ilmu hakiki yang digunakan untuk menunjukkan kebenaran sesuatu yang haq dengan cara haq pula, yaitu ilmu aqidah.

Lalu, ilmu yang kedua, lanjutnya adalah ilmu maknawi yang digunakan untuk menjelaskan makna secara maknawi, seperti ilmu syariat, tafsir dan hadits. Dan itu adalah ilmu agama.

Yang ketiga adalah ilmu dhahir yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang tampak tentang keajaiban dan itu yang saat ini dengan ilmu-ilmu keahlian atau ilmu teknologi.

“Semua orang harus belajar ilmu teknologi bahwa seribu tahun yang lalu syeikh Abdul Qodir Jailani sudah mengatakan pentingnya 3 macam ilmu ini,” kata Sayyid Fadhil dalam tausiyahnya.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih karena ulama besar Maulana Assayyid Assyarif Syeikh Prof Dr Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani berkenan berbagi ilmu, menyempatkan waktunya untuk menyapa warga masyarakat Jawa Timur.

Termasuk hadiah istimewa berupa enam jilid kitab tafsir Al-Jailani, hadiah tersebut sangat berarti dan sebuah kehormatan karena menerima langsung karya ulama tersohor tersebut.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa pesan-pesan yang disampaikan Syeikh Fadhil sangat penting dan relevan dengan kondisi umat manusia saat ini. Khususnya tentang bagaimana menjaga toleransi dan moderasi.

“Saya rasa apa yang disampaikan beliau semua menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan kita semua. Bagaiamana beliau berpesan tentang moderasi dan toleransi itu tidak hanya narasi tapi juga menjadi bagian dari bukti bahwa ada bangunan persaudaraan yang luar biasa yang dilakukan oleh Sayyid Fadil,” ungkapnya.

“Termasuk juga pesan beliau bahwa pemimpin harus berlaku adil, memperhatikan fakir miskin dan juga anak yatim. Yang artinya tidak cukup kita hanya fokus hablum minallah tapi juga bagaimana kita hablum minnas,” imbuhnya.

Khofifah juga menggarisbahawi pesan Syeikh Fadhil yang mengajarkan manusia agar selalu menempatkan ilmu di atas segala hal serta menjadikan ilmu untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan.

“Tetaplah semangat untuk meningkatkan derajat kita semua dan pembangunan kita semua dengan ilmu dengan ilmu dengan ilmu,” imbuhnya.

Usai shalat ghaib bakda salat Maghrib berjamaah untuk seluruh korban meninggal dunia akibat Gempa di Turki dan sebagian Suriah, dia juga menginstruksikan hal yang sama agar dilakukan di Masjid Al Akbar Surabaya.(kim/lio)

Exit mobile version