Cerita Takmir di Kota Malang: Syekh Ali Jaber Rajin Ingatkan Salat Malam

Suara Surabaya
Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

KOTA MALANG – Wafatnya ulama Syekh Ali Jaber, Kamis (14/1) membuat sejumlah kalangan merasa kehilangan. Syekh Ali Jaber pernah mengunjungi sejumlah masjid di Kota Malang.

Takmir masjid Manarul Islam Sawojajar, Masduki Takrib mengenang pertemuan singkatnya dengan Syekh Ali Jaber dua tahun lalu. Saat itu, masjidnya mengundang Syekh Ali Jaber berceramah, dan ia menyambut kedatangan ulama besar kelahiran Madinah itu.

Kendati demikian, ia tidak banyak berinteraksi dengan Syekh Ali Jaber. Masduki merasa segan dan hormat dengan kebesaran Syekh Ali Jaber. Tetapi, ia mengenang saat pertemuannya, ternyata ulama besar itu merupakan sosok yang ramah, dan keduanya bertegur sapa dan saling mengucap salam.

“Dulu mengikuti ceramah Syekh Ali Jaber. Baru satu kali datang ke masjid (Manarul Islam),” ujar Masduki, Kamis (14/1).

Masduki mengingat beberapa hal yang disampaikan Syekh Ali Jaber saat itu. Antara lain: hikmah perbedaan di masyarakat dan keutamaan salat malam.

“Ceramahnya penuh kedamaian. Sebab menyampaikan sesuatu secara berimbang sesuai Al-Qur’an dan hadis. Wafatnya beliau membuat banyak umat merasa kehilangan, tidak terkecuali jamaah masjid Manarul. Semoga beliau khusnul khotimah,” imbuh Masduki.

Hal serupa juga disampaikan Ahmad, Sekretaris Masjid Khadijah, Jalan Arjuno. Ahmad menuturkan, ia pernah salat bersama dan mendengar kajian Syekh Ali Jaber saat ulama besar itu mengunjungi masjidnya, Ramadhan tahun lalu.

Ahmad mengenang, saat itu, Syekh Ali Jaber juga makan di restoran Baitul Maqdis tepat di seberang Masjid Khadijah. Sebab, Ahmad mendengar bahwa pemilik restoran tersebut merupalan kolega dekat Syekh Ali Jaber.

“Ramadhan tahun lalu, beliau ke sini untuk kajian dan salat. Kemudian makan di restoran di depan. Isinya penting untuk saat ini, penuh kedamaian dan punya hikmah,” ujar Ahmad, Kamis (14/1).

Exit mobile version