KOTA BATU – Di era millenial seperti saat ini sebagian besar perempuan berpatokan pada kulit putih sebagai simbol kecantikan. Padahal, hal tersebut justru salah kaprah. Banyak perempuan diluar sana yang akhirnya ketergantungan pada skincare yang di dalamnya banyak mengandung merkuri.
Melihat permasalahan tersebut, perempuan cantik asal Kota Batu Isa Mei Wahyuni dan rekannya dr Christine Icasia M Biomed (AAM) menggelar edukasi untuk perempuan, khususnya di Kota Batu. Dengan mengusung tema healty “skin is always in because you deserve to be glow”, dua perempuan tersebut mengupas tuntas terkait skincare abal-abal yang bermerkuri. Acara yang digelar di Kaliwatu Rafting Kota Batu itu diikuti sekitar 40 peserta.
Tujuannya tidak lain untuk mengubah mindset kebanyakan orang yang mengenyampingkan kesehatan kulit.
“Untuk saat ini kita lebih mengedukasi bagaimana memilih skincare kulit yang tidak berbahaya untuk jangka panjang,” ujar Isa Mei Wahyuni SH MKn.
Menurut dia, setidaknya dengan adanya edukasi ini bisa berdampak positif agar mereka menyadari dampak dari ketergantungan skin care yang tidak sehat.
Sementara dr Christine Icasia M Biomed (AAM) menjelaskan, ciri ciri skincare yg mengandung merkuri diantaranya lengket, bau tajam, warnanya mencolok, tidak menyatu atau testurnya kasar dan hasilnya cepat namun tidak baik untuk jangka panjang.
“Dampak dari skincare yang banyak merkuri itu bisa menyebabkan kanker kulit, gagal ginjal, flek hitam, berbahaya bagi janin dan mukanya bernanah. Yang paling terlihat kulitnya jadi tipis,”ungkapnya.
Oleh karena itu pihaknya mengedukasi tentang bahaya merkuri ini agar masyarakat yang suka produk instan itu menyadari dampaknya. Terlebih sejauh ini masih banyak yang belum mengerti tentang bahaya merkuri.




