Kota Malang, blok-a.com – Selama ini, bolen dikenal sebagai oleh-oleh khas Bandung yang banyak digemari masyarakat. Namun, Ismiati Sholihah, pemilik Bolen Fairuziba, memiliki ide untuk menciptakan bolen dengan cita rasa khas Kota Malang.
Untuk menghadirkan oleh-oleh khas Malang, Ismi menambahkan varian Apel Malang dalam produk miliknya. Ide dan bisnis tersebut telah ia kembangkan bersama suaminya sejak tahun 2018.
“Saya ingin bikin oleh-oleh khas dari Malang. Bolen aslinya kan biasanya dari Bandung, kalau dari Malang itu dibikin oleh-oleh juga, akhirnya ambil dari varian khas Malang yaitu apel. Jadi akhirnya saya kasih nama Bolen Khas Malang,” ujar Ismi.
Varian tersebut mendapat sambutan baik dari konsumen. Bolen Fairuziba tak hanya dinikmati oleh warga lokal, tetapi juga telah dipasarkan hingga ke luar negeri.
“Alhamdulillah, kata pembeli rasanya ngangenin karena banyak yang repeat order dari luar kota. Ada juga dari luar pulau, bahkan sampai ke Hongkong, Paris, dan Singapura,” lanjutnya.
Produksi bolen dilakukan di kediamannya bersama tiga orang pegawai dan dua kurir. Dalam sehari, ia biasanya memproduksi hingga 50 box pada hari biasa dan 200 box saat hari libur.
Selain bolen, Ismi juga memproduksi pie brownies, kue kering, stick keju, dan berbagai jenis kue lainnya. Ia memastikan bahwa produknya dibuat dari bahan-bahan berkualitas untuk mempertahankan cita rasa.
Namun, Ismi menghadapi tantangan dalam pendistribusian, karena bolen buatannya hanya bertahan selama tujuh hari dalam suhu ruangan.
“Bolennya ada rasa pisang coklat, pisang keju, dan apel Malang. Kalau untuk stick, isinya hanya keju dan coklat. Bolennya ini tahannya tujuh hari di suhu ruang, kalau dikirim ke luar kota atau luar pulau, agak risiko,” jelasnya.
Untuk harga, Bolen Fairuziba dibanderol Rp65.000 per box isi 10, Rp40.000 isi enam, dan Rp25.000 isi empat. Produk ini dapat ditemukan di beberapa outlet oleh-oleh di Kota Batu, Kota Malang, serta dipasarkan melalui media sosial miliknya. (yog)



