Probolinggo, blok-a.com – Penanaman kembali hutan mangrove terus digalakkan baik oleh pecinta lingkungan, pemerintah maupun swasta. Selain untuk mengembalikan habitat mangrove juga berperan dalam melindungi daerah pesisir.
Presiden Joko Widodo turut mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan merawat hutan mangrove yang ada di seluruh Tanah Air.
Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Puncak Penanaman Mangrove Nasional secara Serentak oleh Jajaran TNI di Seluruh Indonesia, di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta, Senin (15/5/2023) lalu.
Namun hal itu serasa berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan sekelompok orang yang menebang pohon mangrove di Pantai Permata Probolinggo.
Bahkan yang ditebang merupakan magrove Api-api (Avicennia marina), yaitu jenis mangrove yang dapat tinggal pada lingkungan dengan minim cahaya dan suhu.
Hal itu disampaikan Dimas Adriyanto, Relawan Gusdurian Peduli. Ia mengaku sangat menyayangkan penebangan pohon mangrove yang berada di area Pantai Permata Pilang.
“Kebetulan kami berkunjung ke pantai permata, kami berjalan ke sisi utara timur pantai permata tepatnya lokasi area mangrove. Hal tidak terduga kami mendapatkan beberapa pohon mangrove yang sudah ditebang pada minggu (17/06/23). Kalau dilihat dari potongannya masih baru,” terang Dimas.
Dimas juga menegaskan bahwasanya magrove yang ditebang itu kurang lebih ada 10 Magrove dan berjenis magrove Api-api.
“Atas penebangan magrove ini kami Gusdurian peduli, sangat mengecam, apapun alasannya itu tidak bisa dibenarkan,” katanya.
Seperti diketahui, setiap orang yang menebang mangrove sembarangan sebagaimana Undang-Undang nomor 27 tahun 2007 akan dikenakan hukuman berupa penjara minimal 5 tahun dan maksimal 10 tahun, dan denda maksimal Rp 2 miliar
“Makanya sekali lagi, kami sampaikan kepada masyarakat, bahwa satu batang pohon mangrove pun agar tidak ditebang dan harus dilindungi. Kita sudah konfirmasi dengan lurah Pulang dan ketua Pokdarwis Pantai Permata tentang adanya penebangan Magrove ini,” tegasnya.

“Ketua Pokdarwis mengaku tidak tahu adanya penebangan Magrove itu, begitu juga dengan lurah pilang menerangkan hal yang sama,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Pokdarwis Pantai Permata Mahmud membenarkan bahwa pihaknya tidak tahu menahu tentang adanya penebangan pohon mangrove itu.
“Kami memang adakan bersih-bersih pantai, tapi itu sudah lama dan memang ada beberapa Magrove yang tidak sengaja kenak tebas. Kalau yang terbaru itu saya nggak tau siapa yang nebang, dan itu nggak ada hubungannya sama event trail yang akan digelar,” ujarnya.
Di sisi lain, salah satu pemilik warung setempat mengaku sempat melihat aktivitas penebangan pohon mangrove itu.
“Saya diajak orang pake motor trail, nggak tau dari mana asal mereka. Ternyata bersih-bersih area magrove pake mesin gergaji. Saya lihat ada Magrove juga yang dipotong pake mesin itu,” ujarnya.
Ia juga mengaku ketakutan saat tahu bahwa yang digergaji mereka merupakan magrove yang dilindungi.
“Saya itu campur aduk, mau ngelarang takut salah, karena perawakan mereka mirip aparatur negara. Tapi saya nggak bisa memastikan mereka dari komunitas atau instansi mana,” terangnya.
Informasi terakhir, Gusdurian peduli sudah melaporkan penebangan Magrove tersebut ke dinas terkait. Pihaknya juga akan terus berupaya mengusut tuntas pelaku penebangan Magrove ini.(nos/lio)










Balas
Lihat komentar