KABUPATEN MALANG – Jumlah bencana di Kabupaten Malang di awal tahun 2021 sudah cukup tinggi. Tercatat sampai pada 21 Januari 2021 ada 33 bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga angin kencang.
Meskipun sudah terdapat puluhan bencana, ternyata Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang belum mempunyai dana untuk memberikan bantuan warga yang terdampak.
Pasalnya, anggaran untuk Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan bencana hidrometeorologi 2021, yakni Rp 10 miliar hingga kini belum cair.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Kedaruratan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono.
“Belum selama ini masih belum.ada anggaran BTT 2021 itu. Ini masih pengajuan,” tutur Dono.
Alhasil, Dono mengaku hingga kini BPBD Kabupaten Malang mengandalkan buffer stock untuk membantu warga terdampak.
Buffer stock sendiri merupakan stok sembako, dan juga tenda yang disimpan BPBD Kabupaten Malang.
“Dan untungnya masih ada itu untuk buffer stocknya,” kata ia.
Ketersediaan buffer stock yang disimpan BPBD Kabupaten Malang sendiri adalah sebagai berikut:
1. 150 paket sembako
2. 6 tenda pengungsi
3. 10 tenda keluarga.
Dono pun menjelaskan, jika buffer stock nantinya habis akan menggunakan dana rutinan BPBD Kabupaten Malang untuk menyediakan stok lagi.
“Kalau habis kami masih ada dana rutinan. Tapi kami harap BTT segera cair seumpama nanti ada kejadian bencana besar anggaran untuk bantuan sembako dan sebagainya bisa segere tercover,” tutup ia.




