KOTA BATU – Museum Angkut punya beragam jenis mesin kendaraan roda empat moderen yang banyak dipakai oleh para produsen mobil, salah satunya adalah mesin mobil diesel.
Mesin diesel adalah salah satu jenis motor yang menggunakan panas kompresi untuk menciptakan percikan dan mengolah bahan bakar yang telah diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Bedanya, mesin diesel tidak menggunakan busi seperti mesin bensin atau mesin gas.
Mesin ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel yang menerima paten pada 23 Februari 1893. Awalnya, Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam bahan bakar, termasuk debu batu bara.
Rudolf Diesel lahir di Paris tahun 1858 sebagai keluarga ekspatriat Jerman. Ia melanjutkan studi di Politeknik Munchen. Pada tahun 1892 ia menerima paten dari Jerman, Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat untuk karyanya “Method of and Apparatus for Converting Heat into Work” (Metode dan Alat untuk Mengubah Panas menjadi Kerja).
Diesel memerlukan waktu 2 tahun untuk menyempurnakan mesinnya. Pada tahun 1896, Ia mendemonstrasikan model lainnya dengan efisiensi teoretis 75 persen, sangat jauh bila dibandingkan dengan mesin uap yang hanya 10 persen. Tahun 1898, Diesel telah menjadi jutawan.
Mesin diesel menggunakan prinsip kerja hukum Charles, yaitu ketika udara dikompresi maka suhunya akan meningkat. Tekanan tinggi ini akan menaikkan suhu udara sampai 550 °C (1022 °F).
Pada tahun 1930-an, mesin diesel mulai digunakan untuk mobil. Mesin buatannya kini telah digunakan untuk menggerakkan transportasi jalur pipa, pembangkit listrik dan air, mobil, truk, dan kapal, kemudian juga menyebar sampai pertambangan, ladang minyak, pabrik, dan transportasi antar benua.




