Begini Kegiatan Sam Sutiaji Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19

Wali Kota Malang Sutiaji
Wali Kota Malang Sutiaji - Foto : Pungky Ansiska

KOTA MALANG – Kondisi Wali Kota Malang, Sutiaji akhirnya terjawab sudah. Melalui video yang diunggah di media sosial Instragram miliknya @sam.sutiaji. Sutiaji mengatakan dirinya dinyatakan positif Covid-19, Selasa (1/12).

Video berdurasi 4.40 detik ini menjelaskan kondisi terkini Sutiaji saat ini. Bahkan pihaknya juga meminta doa serta mengingatkan masyarakat untuk tetao menerapkan 3M.

“Tetap terapkan 3M dimanapun berada yakni menggunakan masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak. Jaga kesehatan sangat penting, jaga diri panjenengan semua. Jangan terlalu capek, kalau capek, imun turun dan virus bisa datang,” kata Sutiaji.

Sebelumnya selama sepekan terakhir Sutiaji memang tidak terlihat dalam sejumlah agenda Pemkot Malang. Bahkan seluruh agendanya harus di wakilkan Wakilnya, Sofyan Edy Jarwoko.

Menurut Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto mengatakan Wali Kota sebelum dinyatakan positif memang telah mengikuti serangkaian aktivitas yang cukup memakan waktu dan tenaga.

Dimulai sejak tanggal 20 November yakni aktivitas peringatan Hari Ikan, pembukaan festival IKM bersama Bank Indonesia Malang. Peninjauan lapangan di Kedungkandang, pertandingan bulutangkis hingga rangkaian kegiatan lainnya.

“Dengan adanya aktivitas-aktivitas sebelumnya, beliau memang mengalami penurunan fisik,” katanya.

Kemudian, Senin (23/11), Wali Kota Malang hendak melakukan apel pagi rutin. Namun, ia sempat mengeluh tidak enak badan. Untuk itu, ia berinisiatif untuk melakukan istirahat terlebih dahulu.

“Dengan memperhatikan kondisi dan situasi yang ada, selalu pimpinan daerah yang banyak beraktivitas dan bersentuhan dengan warga dan ASN, akhirnya beliau memutuskan untuk rapid test dan general check up, hasilnya non reaktif,” tegas Wiwid sapaan akrabnya.

Mengetahui hasilnya non reaktif, Wali Kota Malang sempat ingin hadir dalam serangkaian kegiatan, termasuk Rapat Paripurna dengan anggota DPRD Kota Malang pada Kamis (26/11). Namun, saat itu, beliau masih merasa tidak enak badan.

“Kami masih menyarankan untuk istirahat dalam kurun waktu satu minggu, antara tanggal 21 sampai 29 November 2020,” imbuh Wiwid.

Selain itu, lanjut Wiwid Pemkot Malang juga telah melakukan rapid test secara reguler terhadap sejumlah ASN di lingkungan Pemkot Malang. Sebab, beberapa aktivitas dan kegiatan turut melibatkan ASN, utamanya saat dinas ke luar kota.

“Kami melakukan rapid tes tidak hanya satu kali, tapi dua kali. Hasilnya, ada 10 orang, bahkan mencapai 15 orang yang reaktif dan mengarah pada indikasi positif confirm covid-19,” katanya.

“Mengacu hal tersebut, kami laporkan ke pak Wali (Wali Kota Malang), yang dalam aktivitas kesehariannya relatif intens berkomunikasi dengan Wali Kota, baik administratif maupun lapangan. Beliau juga berinisiatif untuk melakukan swab test,” kata dia.

Berdasarkan hasil tersebut pula, Pemkot Malang akhirnya mengambil sikap untuk mengurangi aktivitas di kantor untuk sementara dan memperbanyak aktivitas di rumah.

“Pak Wali juga mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor 28 Tahun 2020 untuk peniadaan apel pagi dan penerapan Work From Home (WFH) selama 14 hari dan nanti kami akan evaluasi,” papar dia.

Exit mobile version