BBM Sulit Dicari, Bengkel di Malang ini Layani Konversi Motor Bensin ke Listrik

Salah satu pegawai Elektra Motor Listrik sedang mengerjakan pesanan pelanggan servis motor, Kamis (15/10/2026) (blok-a.com/Bob BimantaraSalah satu pegawai Elektra Motor Listrik sedang mengerjakan pesanan pelanggan servis motor, Kamis (15/10/2026) (blok-a.com/Bob Bimantara Leander) Leander)
Salah satu pegawai Elektra Motor Listrik sedang mengerjakan pesanan pelanggan servis motor, Kamis (15/10/2026) (foto: blok-a.com/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Di tengah sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) sepeda motor listrik bisa menjadi salah satu alternatif kendaraan untuk mobilitas sehari-hari. Di Kota Malang, terdapat bengkel yang menawarkan jasa mengubah sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.

Bengkel bernama Elektra Motor Listrik milik Rendy Fananda Audi itu berada di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Bengkel tersebut melayani konversi motor bensin menjadi listrik, sekaligus menyediakan jasa perawatan dan modifikasi kendaraan.

Rendy mengatakan, dirinya mulai menekuni motor listrik sejak akhir 2018 hingga 2019. Sementara itu, jasa konversi untuk umum mulai dibuka pada 2020. Ketertarikannya berawal dari latar belakang pekerjaan di bidang teknologi informasi (IT) dan hobinya di dunia otomotif.

Dalam proses konversi, mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) bawaan pabrik dilepas dan diganti dengan sistem penggerak elektrik. Prosesnya juga mencakup penyesuaian rangka dan pembuatan dudukan komponen agar sesuai dengan sistem motor listrik.

“Untuk mengubahnya, mesin bawaan asli pabrik kita lepas semua, terus kita ganti dengan full engine elektrik EV. Tapi dengan proses custom untuk rangka, dudukan-dudukan itu, dengan proses tahap yang panjang,” jelas Rendy.

Biaya konversi di Elektra Motor Listrik dimulai dari Rp20 juta. Namun, rata-rata biaya pengerjaan berada di kisaran Rp50 juta, bergantung pada kebutuhan dan tingkat modifikasi kendaraan.

Rendy menyebut, biaya konversi tertinggi yang pernah ditanganinya mencapai Rp450 juta. Besarnya biaya tersebut bergantung pada konsep dan kebutuhan pengerjaan kendaraan yang diinginkan konsumen.

Jenis motor yang pernah dikonversi cukup beragam, mulai dari Honda PCX, Honda Forza, Yamaha XMax, Yamaha NMax, hingga Vespa Sprint.

Menurut Rendy, sebagian besar konsumen yang datang masih tertarik karena mengikuti tren motor listrik. Ia memperkirakan sekitar 70 persen konsumennya terdorong faktor fear of missing out (FOMO), sedangkan 30 persen lainnya ingin memanfaatkan keunggulan kendaraan listrik.

“Kalau di sini, 70 persen itu masih FOMO. 30 persennya itu memang memanfaatkan kelebihannya, lebih ekonomis dan lebih irit,” ungkapnya.

Selain biaya operasional, perawatan motor listrik dinilai lebih sederhana dibandingkan motor berbahan bakar bensin. Kendaraan listrik tidak membutuhkan oli mesin, sementara jumlah komponen bergerak pada sistem penggeraknya relatif lebih sedikit.

Meski demikian, lama pengerjaan konversi tidak bisa disamaratakan. Rendy mengutamakan tampilan, kenyamanan, dan keselamatan karena banyak konsumen menginginkan hasil custom sesuai selera masing-masing.

Proses pengerjaan bisa memakan waktu paling cepat sekitar dua bulan. Bahkan, ada proyek yang membutuhkan waktu hingga satu atau dua tahun, bergantung pada tingkat kesulitan dan keinginan pemilik kendaraan.

“Rata-rata semuanya pengin custom. Pasti yang dipikirkan look-nya dulu, terus kenyamanan, habis itu safety-nya. Saya enggak mau ada deadline, karena selama proses itu kalau dirasa belum cocok, kita bongkar lagi,” terangnya.

Selain konversi, Elektra Motor Listrik juga melayani modifikasi kendaraan custom, termasuk pembuatan komponen khusus yang dirancang sendiri. Rendy masih menangani motor berbahan bakar bensin untuk kebutuhan kontes maupun penerapan inovasi otomotif.

Di sisi lain, bengkel tersebut juga melayani perawatan motor listrik yang jumlah penggunanya di Malang terus bertambah. Layanannya mencakup pemeriksaan rutin, perbaikan mekanikal, servis dan perakitan baterai, modifikasi, peningkatan performa, hingga remapping electronic control unit (ECU).

Rendy memperkirakan jumlah pengguna motor listrik di Malang meningkat sekitar 30 persen pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Perkiraan tersebut didasarkan pada pengamatannya terhadap perkembangan pengguna dan pelanggan bengkel.

Peningkatan itu juga terlihat dari jumlah kendaraan yang masuk untuk servis. Saat ini, Elektra Motor Listrik menangani sekitar 55 hingga 60 unit motor listrik setiap bulan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan masa awal usaha, ketika pelanggan servis hanya berkisar 10 hingga 15 unit per bulan.

Bertambahnya pelanggan servis tersebut menjadi salah satu indikasi semakin banyaknya masyarakat yang memiliki dan menggunakan motor listrik di Malang. Pelanggannya beragam, mulai dari pengemudi ojek online hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

“Kalau dari 2025 ke 2026, populasinya mungkin di Malang ini estimasi saya nambah sekitar 30 persen dari tahun sebelumnya. Untuk servis, sekitar 55 sampai 60 unit sebulan,” kata Rendy.

Biaya servis di bengkel tersebut dimulai dari Rp80 ribu untuk pemeriksaan kendaraan. Sementara itu, perawatan dinamo membutuhkan biaya sekitar Rp490 ribu, termasuk pembongkaran, pembersihan, dan penggantian komponen tertentu sesuai kebutuhan.

Rendy juga menyarankan pemilik motor listrik untuk rutin memeriksa kabel, rangkaian kelistrikan, dan konektor. Pemeriksaan tersebut penting untuk mencegah gangguan akibat korosi atau sambungan yang tidak lagi optimal, terutama setelah pergantian musim.

Menurutnya, motor listrik keluaran pabrik sudah dirancang agar cukup tahan terhadap cipratan air maupun genangan dalam batas tertentu. Namun, kendaraan tetap tidak diperuntukkan untuk terendam dalam waktu lama.

Elektra Motor Listrik merupakan bengkel resmi konversi sepeda motor bensin menjadi listrik yang telah mengantongi sertifikasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak 2021.

“Jadi bengkel saya ini resmi untuk konversi, Mas, dari bensin ke listrik,” ujar Rendy. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.