Bakal Berisi 306 Bed, RS Lapangan Siap Beroperasi 10 Hari Lagi

Rs Lapangan
RS Lapangan - Foto : Istimewa

KOTA MALANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akhirnya menyetujui pembangunan Rumah Sakit (RS) Lapangan yang berada di sebelah barat Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma). RS lapangan tersebut ditargetkan akan siap dalam 10 hari kedepan.

Wakil Direktur (Wadir) III Bidang Kemahasiswaan Polkesma, Ganif Djuwadi mengatakan, sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim juga telah melakukan peninjauan lapangan di lokasi tersebut. Sehingga Sekda Provinsi Jatim memutuskan bahwa RS lapangan siap dioperasikan 10 hari lagi, agar dapat menekan penyebaran Covid-19.

“Ini persiapan untuk RS lapangan targetnya dari Pemprov Jatim, 10 hari sudah harus jadi untuk renovasi (penyediaan bed isolasi),” tuturnya.

Setelah proses penyiapan ruangan untuk bed isolasi selesai, lanjut Ganif, maka akan dilanjutkan dengan pembahasan terkait sarana dan prasarana yang ada di RS lapangan tersebut.

“Nanti akan ada pembahasan lagi setelah renovasi. Pembahasan berkaitan dengan struktur (pengurus RS lapangan), pengelolaannya, sarprasnya, termasuk dengan usulan tenaga kesehatan dan relawan,” kata Ganif.

Untuk kapasitas bed isolasi di RS lapangan sendiri, ujar Ganif, nantinya berjumlah sekitar 306 bed isolasi. Terkait teknis persiapan pengoperasian RS lapangan tersebut, Ganif mengatakan sepenuhnya diatur oleh Pemprov Jatim.

“Poltekkes hanya menyediakan fasilitas tempat, kemudian sarana yang bisa digunakan,” ujarnya.

Ganif menambahkan, nantinya RS lapangan tersebut akan diampu oleh Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk penyediaan tenaga medis dan relawan.

“Terkait tenaga relawan medis nanti dari Polkesma bisa membantu. Karena kami yang punya tempat (pembangunan RS lapangan),” tutupnya.

Nantinya RS lapangan tersebut digunakan sebagai rujukan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala, gejala ringan hingga gejala sedang. Sehingga penggunaannya nanti dapat mengurangi beban RS rujukan yang ada di Malang Raya.

Pengoperasian RS lapangan tersebut merupakan tindaklanjut dari penuhnya kapasitas bed isolasi RS rujukan Covid-19 di Kota Malang dalam beberapa hari ini.

Exit mobile version