ASDP Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Saat Menyeberang Jawa-Bali

Kondisi Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Senin (22/12/2025)(blok-a.com).
Kondisi Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Senin (22/12/2025)(blok-a.com).

Banyuwangi, Blok-a.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau masyarakat yang akan menyeberang dari Jawa menuju Bali. Agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di sejumlah perairan Indonesia. Hal ini seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama perusahaan dalam setiap periode angkutan, terlebih pada masa puncak liburan.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 21 Desember 2025 pukul 19.00 WIB. Bibit Siklon Tropis 93S terpantau mengalami penguatan dan berpotensi meningkat menjadi Siklon Tropis kategori 2. Di mana, dapat memicu gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian hingga 2,5 meter di Selat Sunda dan Selat Bali.

“BMKG telah menyampaikan peringatan potensi gelombang tinggi di beberapa perairan Indonesia akibat terbentuknya Bibit Siklon Tropis 93S, termasuk Selat Sunda dan Selat Bali. Karena itu, kami mengimbau pengguna jasa untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, mohon untuk tidak memaksakan diri melakukan perjalanan penyeberangan,” ujar Heru pada Senin (22/12/2025).

Penguatan sistem cuaca ini tidak hanya memicu hujan dan angin kencang di daratan, tetapi juga berpotensi menyebabkan gelombang laut kategori sedang atau moderate sea dengan ketinggian hingga 2,5 meter.

Situasi tersebut dapat memengaruhi kelancaran operasional pelayaran dan keselamatan pengguna jasa. Khususnya kapal-kapal penyeberangan yang melayani lintasan padat selama Nataru.

Merujuk rilis BMKG melalui akun resmi @infobmkg, sejumlah wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi. Di antaranya perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia barat Mentawai hingga Lampung. Juga Selat Sunda bagian selatan, Selat Bali bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat, Samudra Hindia selatan Banten hingga NTB.

Heru menekankan agar ASDP terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dan memperkuat kesiapsiagaan operasional di pelabuhan maupun di atas kapal. Selain itu pihaknya juga mengajak pengguna jasa untuk berperan aktif menjaga keselamatan bersama dengan mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan.

“Kami mengimbau pengguna jasa untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, mohon untuk tidak memaksakan diri melakukan perjalanan penyeberangan,” imbuhnya.

Sementara Itu, Volume Penyeberangan Meningkat

Di tengah kewaspadaan cuaca ekstrem, pergerakan penumpang dan kendaraan di lintasan Jawa–Bali tetap menunjukkan tren peningkatan. ASDP mencatat jumlah kendaraan roda dua yang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang mengalami pertumbuhan. Pada Minggu (21/12) atau H-4 jumlah kendaraan penyeberang mencapai 2.130 unit. Naik 24,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.716 unit.

Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H-4, total kendaraan roda dua yang menyeberang tercatat 40.328 unit, meningkat 3,6 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebanyak 38.919 unit.

Sementara itu pada periode yang sama, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk tercatat mencapai 138.135 orang.

Untuk arus dari Jawa menuju Bali juga mengalami peningkatan. Kendaraan roda dua yang menyeberang pada H-4 mencapai 2.107 unit atau naik 33,1 persen dibandingkan tahun lalu. Kenaikan turut terjadi pada kendaraan truk yang mencapai 2.184 unit atau tumbuh 21,5 persen.

Total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H-4 tercatat 7.093 unit. Ini meningkat 6,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara akumulatif, sejak H-10 hingga H-4, total kendaraan dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk mencapai 40.987 unit, naik tipis 0,4 persen, dengan jumlah penumpang tercatat 143.533 orang.

ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, andal, dan humanis. Di tengah dinamika cuaca dan lonjakan mobilitas Nataru, keselamatan tetap menjadi fondasi utama agar perjalanan masyarakat berlangsung lancar dan selamat hingga tujuan. (Kur/gni)

Exit mobile version