Kota Malang, blok-A.com – Sejak di naikkan nya harga BBM, para pengendara justru rela antri demi mendapatkan BBM, ketimbang tidak sama sekali.
Dari pantauan blok-A.com SPBU di Jalan Soekarno Hatta terjadi antrean hingga mengular. Mulai dari karyawan, pelajar, ojol, hingga kalangan lainnya, rela berpanas-panasan demi mendapatkan BBM sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (19/09/2022).
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa orang-orang itu rela antri, walapun harga BBM dinaikkan? Wartawan online mendapatkan sedikit pengakuan dari seorang tukang kuli bangunan, yang mengantri disana.
Ia benama Ruth. Seorang tukang kuli bangunan yang terkena dampak naiknya harga BBM. Ruth menjelaskan bahwa ia terpaksa antri, untuk kebutuhannya bekerja.
“Ya terpaksa mengantri mas, soalnya saya kan kuli bangunan, sudah kedip-kedip tadi mau habis,” ucapnya pada blok-A.com.
Ia menjelaskan bahwa jika tidak membeli BBM, pekerjaannya pasti terhambat.
“Berdampak sekali mas, soalnya saya kan kuli bangunan, jadi kalau mau beli sesuatu atau ada perlu, pasti pakai motor,” pungkasnya.
Ruth membeli bensin sebanyak 2 liter, dengan harga Rp 20 ribu. Hal tersebut sangat berbanding terbalik, jika melihat harga BBM sebelumnya. Ia bisa mendapatkan lebih dari 2 liter.
“Beli tadi cuman Rp 20 ribu mas, biasanya harha segitu udah dapat 2 liter lebih,” tambahnya.
Sebagai informasi, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga produk Bahan Bakar Minyak (BBM) penugasan, subsidi, hingga non subsidi. Penyesuaian harga BBM tersebut berlaku sejak Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB kemarin.
(mg1/bob)










Balas