Alasan Tata Letak Dagangan Toko Kelontong Madura di Kota Malang Selalu Sama, Identik Etalase Rokok dan Rak Kotak-Kotak

Pemilik Toko Kelontong Madura di Kota Malang, Rohman (blok-A.com/Defrico Alfan)

Kota Malang, blok-A.com – Pernah menyangka tidak, bahwa Toko Kelontong Madura selalu identik dengan etalase kacanya, ataupun rak kotak-kotak berwarna hijau. Jika diperhatikan, hampir semua Toko Kelontong Madura menduplikat tata letak dagangan yang sama. Lantas, apakah alasannya?

Sekitar pukul 10.45 WIB, blok-A.com menyusuri ke beberapa tempat Toko Kelontong Madura di Kota Malang.
Memang benar, tata letaknya hampir sama.

Mulai dari etalase kaca yang diisi rokok, rak kotak-kotak yang dipenuhi dengan mie instan, ataupun wadah ice cream dan sejumlah botol bensin diluarnya.

Dari kejauhan, ada salah satu penjual Toko Kelontong Madura, yang sedang melayani pembeli. Ia pun berkenan memberikan alasannya, terkait layout tersebut.

Rahman namanya. Ia berusia 40 tahun, merintis usahanya sebagai penjual sembako di Toko Kelontong Madura miliknya.

Setelah pandemi covid-19 melanda, Ia beralih dari pekerjaannya, merantau dari kota asalnya Madura, menjadi domisili Kota Malang. Saat ditanya blok-A.com terkait tata letak dagangannya, ini yang dikatakan oleh Rahman.

“Salah satunya memudahkan dalam pelayanan dan merapikannya. Selain itu, memudahkan juga dalam mengontrol barang-barang yang ada,” ucapnya pada Rabu, (14/09/2022).

“Sampai saat ini tidak ada persatuan Toko Kelontong Madura, cuman kita sama sama menjaga,” tambahnya.

Sejak Covid-19, salah satu batu loncatan yang diambil bersama istrinya, adalah sebagai penjual Toko Kelontong Madura. Ia baru merintas selama 6 bulan, dan menyediakan berbagai macam barang kebutuhan sehari-hari, seperti rokok, mie, snack dan lain lain.

“Untuk Toko Kelontong Madura memang seperti itu mas ciri khasnya. Mulai dari etalase kaca, juga rak kotak kotak itu, karena kita kan 2-3 hari selalu belanja, jadi untuk mempermudah saja,” ujarnya.

Rahman mengatakan bahwa selama ini tidak terjadi konflik antar kerabat, terkait tata letak yang sama itu. Menurut Rahman, Toko Kelontong Madura selalu saling menjaga satu sama lain.

“Tidak ada permasalahan diantara kami walaupun terlihat sama ya. Kami tetap saling menjaga,” tutur Rahman.

Dalam membangun Toko Kelontong Madura, memang membutuhkan modal yang besar. Hal itu dibenarkan langsung oleh Rahman, sebagai penjual Toko Kelontong Madura. Namun ia tidak menyebutkan kisaran berapa, hasil yang ia peroleh dalam sebulan, dengan alasan menjaga perasaan satu sama lain.

Rahman menginginkan, Toko Kelontong Madura nya bisa untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya.

“Tetap berkah dan barokah, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” tutup Rahman.
(mg1/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.