Kota Malang, blok-A.com – Jika kalian seorang perantau, sudah tidak asing dengan bertebarannya Toko Kelontong Madura di kota-kota besar, salah satunya Kota Malang.
Namun, pernah terbesit tidak, apa yang membuat orang Madura, kuat di tanah rantau? Ini jawaban versi pengamat.
Pengamat Budaya, Agung Buana menyadari bahwa orang-orang Madura memiliki kemampuan yang istimewa, yaitu beradaptasi.
“Mereka memliki kemampuan beradaptasi yang cukup tinggi mas, dilihat bahwa mereka bisa hidup di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan lain lain,” ujarnya pada Kamis (15/09/2022).
Menurut Agung, salah satu alasan orang Madura pindah dari tanah kelahirannya, karena di wilayahnya sudah tidak memiliki sumber penghasilan lagi. Salah satu opsi yang mereka pilih, ialah merantau ke kota orang.
“Jika sudah tidak berpenghasilan di wilayahnya, mereka akan mencari peluang di perantauan. Salah satunya adalah dengan bertani, ataupun membuka Toko Kelontong Madura,” ucapnya.
Fenomena Toko Kelontong Madura, berangkat dari pemikiran orang Madura, yang menawarkan seluruh kebutuhan orang sekitar. Hal itu disadari langsung oleh seorang Pengamat Budaya, Agung Buana.
“Toko Kelontong Madura selalu menawarkan kebutuhan masyarakat. Misalnya, pulsa ataupun bensin,” ujar Agung.
“Orang Madura kalau berdagang, ia pasti melakukannya dengan kesungguhan. Terbukti, ia membuka tokonya lebih awal, dan menutupnya lebih akhir, bahkan ada yang 24 jam,” tambahnya.
Sebagai informasi, Pengamat memberikan gambaran singkat saat pertama kali orang Madura, masuk ke Kota malang.
Pada tahun 1800-an, diawali dengan dibukanya wilayah Malang, hingga Belanda sedang membuat sebuah perkebunan disana. Saat itu, banyak orang Madura yang bekerja di lahan perkopian ataupun tebu. Daerah Kedungkandang salah satu yang diisi masyarakat Madura.
“Mereka juga membentuk sebuah komunitas Madura di Kota Malang, berkumpul dan hidup berkelompok di daerah tertentu,” tutupnya.
(mg1/bob)









Balas
Lihat komentar