MALANG – Kecelakaan maut yang terjadi di jalan Raya Song-song, Ardimulyo, Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (5/9) memakan korban. Dari kejadian naas yang terjadi sekitar pukul 10.51 WIB itu, seorang wanita, Toyibah (53), penumpang Honda BRV diketahui meninggal dunia. Sedangkan, korban lainnya yang ada di bus dan truk mengalami luka ringan hingga parah.
Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan sekaligus itu bermula ketika sebuah bus dari Perusahaan Otobus (PO) Tentrem melaju dengan kecepatan sedang dari arah Surabaya menuju Malang. Bus bernopol N 7057 UG itu sedang menuju terminal Arjosari.
Bus itu dikemudikan oleh Achmad Yusuf (35), warga Banyu Urip Kidul, Kelurahan Sawahan, Kota Surabaya. “Sopir bus ditemani oleh kernetnya bernama Purwanto (42), warga Desa Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Madiun,” ujarnya Kanit Laka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto.
Selain supir dan kenek, di dalam bus berwarna putih itu mengangkut dua orang penumpang. Mereka adalah Iwan Adi Suyanto (24) dan Edgar Adi Suyanto (15), warga jalan Asembagus Pancasila, Kota Surabaya.
Peristiwa tabrakan terjadi di lokasi kejadian yang terdapat jalan menurun. Rem bus mendadak blong dan tak berfungsi. Hingga membuat bus melaju makin kencang dan tak terhentikan.
Brak! bus pun menabrak mobil Honda BRV nopol N 697 VR yang berjalan tepat di depan bus tersebut. Honda BRV sendiri dikemudikan oleh Abdi Manaf (59), warga Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Dan di dalam mobil itu, terdapat istri dari pengemudi mobil bernama Toyibah (53) serta sang cucu yang masih berusia sekitar 6 tahun. “Korban meninggal adalah Toyibah. Korban mengalami luka pada dada dan kepala sehingga meninggal dunia di TKP. Sudah dievakuasi ke RSSA,” beber Kapolsek Singosari, AKP Farid Fathoni.
Honda BRV sempat terseret jauh akibat berbenturan dengan bus maut itu. Kedua kendaraan itu sampai masuk ke dalam jalur lalu lintas yang berlawanan arah, yaitu dari arah Malang menuju Surabaya.
Naasnya, di jalur berlawanan arah ini, ada truk tangki tetes tebu Hino bernopol G 1437 QE yang melaju sedang.
Honda BRV dan Bus menabrak bagian depan truk yang dikemudikan oleh Slamet Wiyono (54), warga Kecamatan Pekalongan Barat, Kabupaten Pekalongan.
Dalam perjalanan ini, Slamet ditemani oleh kernetnya. Bus tetap terus melaju walau sudah menabrak truk dan baru berhenti setelah menabrak pagar rumah warga.
“Pengemudi dan satu penumpang bus, mengalami patah tulang kaki. Sedangkan kernet dan satu penumpang bus mengalami luka ringan. Untuk pengemudi Honda BRV, supir dan kernet truk tetes tebu, serta cucu pengemudi Honda BRV selamat dan tidak mengalami luka luka,” ujar Agus Yulianto.
Para korban sendiri dirawat di Puskesmas Singosari dan RS Prima Husada. “Sedangkan untuk kendaraan yang terlibat laka lantas telah kami evakuasi. Agar tidak mengganggu arus kendaraan yang melintas,” tandasnya.
Akibat insiden ini, arus lalu lintas baik dari arah Surabaya ke Malang maupun sebaliknya sempat macet parah. Kemacetan diketahui terjadi hingga sepanjang 4 kilometer.
Polisi sempat melakukan buka tutup arus lalu lintas untuk memperlancar kendaraan.
Kini kondisi arus lalu lintas, baik dari Malang ke Surabaya maupun sebaliknya sudah berangsur lancar kembali.



