Aksi Nyata DLH Kabupaten Malang untuk Lingkungan, Ajak Kolaborasi Pentahelix di Green Charity 2.0

Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzlufikar Nurrohman di kegiatan Green Charity 2.0
Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzlufikar Nurrohman di kegiatan Green Charity 2.0

Kabupaten Malang, blok-a.com – DLH Kabupaten Malang sukses menggelar aksi penghijauan bertajuk “Green Charity 2.0” di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Paras Poncokusumo.

Aksi penghijauan itu dikonsep dengan cara berdonasi untuk menanam pohon di TPA itu.

DLH Kabupaten Malang melibatkan dan berkolaborasi dengan sejumlah instansi untuk aksi penghijauan ini. Sebut saja Universitas Negeri Malang (UM), PT PLN Nusantara Power UP Brantas, PT Cheil Jedang Indonesia, hingga Pemuda Tani Indonesia DPC Kabupaten Malang.

Uang donasi pun juga terkumpul dari masyarakat umum dan juga para ASN di Pemkab Malang.

Terkumpul Rp 20.558.000 untuk dibelikan bambu petung sejumlah 457 bibit, 174 bibit pohon kenanga. Tak hanya itu, ada tambahan 250 bibit bambu kuning yang merupakan bantuan atau program CSR dari PT Cheil Jedang Indonesia.

Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzlufikar Nurrohman menjelaskan, bibit dari hasil donasi dan CSR itu ditanam di TPA Paras Poncokusumo pada tanggal 9 April hingga 17 April 2025 kemarin.

“Ya kemarin kami berinisiatif untuk aksi lingkungan penghijauan. Kami buka donasi itu tanggal 3 Maret 2025 dan ditutup pada 1 April. Pelaksanaannya 9 April sampai dengan 17 April 2025 untuk penanamannya,” tutur Afi, sapaan karibnya ke blok-a.com, Senin (28/4/2025).

Afi menjelaskan tujuan digelarnya Green Charity 2.0 ini ialah untuk mengatasi kerusakan lingkungan di sekitar TPA, seperti penurunan kualitas tanah dan air, perubahan iklim mikro dan hilangnya tutupan vegetasi, serta penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Dalam Green Charity 2.0, Afi juga menunjukkan kolaborasi pentahelix bisa melakukan aksi nyata untuk lingkungan.

“Ya kami menunjukkan dengan pentahelix kolaborasi antara pemerintah, akademisi atau pendidikan, serta perusahaan, dan komunitas, bisa bersama-sama melakukan aksi nyata penghijauan,” jelasnya.

Green Charity 2.0 ini merupakan lanjutan dari Green Charity 1.0. Ada sejumlah perubahan di Green Chairty 2.0 dibanding 1.0.

Pertama, untuk Green Charity 1.0 itu hanya dilakukan di internal DLH Kabupaten Malang dan hanya melibatkan satu kolaborator yakni Pemuda Tani Indonesia DPC Kabupaten Malang. Lokasi penanamannya ada TPA Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Ada 43 bibit tabebuya dan juga 97 bibit kenanga.

“Sementara di Green Charity 2.0 kita libatkan lebih banyak instansi dan komunitas. Sebab aksi ini bukan hanya untuk menanam pohon tapi juga menanam kesadaran akan pentingnya penghijauan,” jelasnya.

Di Green Charity 2.0, Afi menjelaskan, ada alasan dibalik dipilihnya bambu petung, pohon kenanga, dan bambu kuning yang ditanam di TPA Paras, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

“Alasannya di Green Charity 2.0 itu tanamannya bisa langsung berdampak ke lingkungan. Yang kami tanam kemarin itu bisa menjadi vegetasi pelindung, konservasi tanah, dan juga ada nilai kulturalnya,” tuturnya.

Afi pun tidak akan berhenti di sini. Green Charity selanjutnya bakal ia lakukan lagi dengan melibatkan lebih banyak orang dan juga institusi atau komunitas.

“Ke depan akan kami lanjutkan dan gelar lagi kegiatan seperti ini. Karena lingkungan kita ini juga butuh aksi nyata dari kita,” tutupnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com