DLH Kota Malang Beberkan Hasil Uji Lab Air Sungai Brantas yang Sempat Berwarna Ungu

Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hasiholan Matondang komitmen cegah pencemaran sungai akibat sampah (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hasiholan Matondang komitmen cegah pencemaran sungai akibat sampah (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengungkap hasil uji laboratorium sampel air Sungai Brantas yang sempat berubah menjadi ungu gelap di kawasan Mergosono. Hasilnya, ditemukan indikasi pencemaran pada parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan fosfat.

Meski demikian, hasil pengujian belum mengungkap penyebab pasti perubahan warna air sungai yang sempat viral pada Minggu (27/9/2026). DLH masih perlu menelusuri sumber pencemaran yang berpotensi berasal dari berbagai aktivitas di sekitar aliran sungai.

Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, hasil uji laboratorium menunjukkan kadar zat pewarna sintetis sebesar 3,367 Pt.Co. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas maksimal 50 Pt.Co.

Begitu pula kandungan logam kromium heksavalen (Cr-VI) yang tercatat sebesar 0,0096 miligram per liter, masih di bawah ambang batas 0,05 miligram per liter.

Namun, hasil tersebut tidak berarti air Sungai Brantas sepenuhnya bebas dari pencemaran. DLH justru menemukan indikasi beban pencemar melalui parameter BOD, COD, dan fosfat.

Raymond menjelaskan, indikasi pencemaran itu bisa berasal dari berbagai aktivitas manusia maupun kegiatan usaha di sekitar aliran sungai.

“Bisa berasal dari berbagai kegiatan, misalnya aktivitas domestik perumahan atau perkampungan, industri, hotel, rumah sakit, peternakan, pertanian,” ujar Raymond, Selasa (13/10/2026).

Meski hasil uji laboratorium telah diketahui, DLH belum dapat memastikan sumber yang menyebabkan air Sungai Brantas berubah menjadi ungu gelap. Saat petugas melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi, kondisi air sudah kembali normal.

“Tidak ditemukan warna lain, seperti pada saat pengaduan,” tandasnya.

Kondisi tersebut membuat petugas kesulitan mengidentifikasi sumber yang diduga memicu perubahan warna air. Sebab, fenomena yang dilaporkan warga tidak lagi terlihat saat pemeriksaan lapangan dilakukan.

Sebelumnya, PJT I bersama DLH Kota Malang menemukan saluran drainase yang bermuara langsung ke Sungai Brantas di dekat Jembatan Mergosono Gang 5. Lokasi itu menjadi salah satu petunjuk awal dalam penelusuran, tetapi belum dipastikan sebagai sumber pencemaran.

DLH juga sempat menelusuri 12 industri yang berada di sekitar aliran drainase menuju sungai. Salah satu dugaan yang diperiksa adalah aktivitas industri yang menggunakan bahan pewarna, termasuk industri kulit. Namun, belum ada industri tertentu yang dipastikan sebagai penyebab perubahan warna air.

Dengan adanya hasil uji laboratorium tersebut, DLH berencana meningkatkan pengawasan terhadap titik-titik rawan pencemaran di sepanjang aliran Sungai Brantas.

DLH juga akan menyurati seluruh perusahaan agar tetap mengontrol proses pengolahan air limbah dan memastikan pembuangannya tidak mencemari lingkungan.

Selain pengawasan terhadap kegiatan usaha, Raymond menilai keterlibatan masyarakat diperlukan untuk membantu menemukan sumber pencemaran di sekitar tempat tinggal mereka.

“Untuk masa mendatang, peranan masyarakat masih sangat diperlukan untuk mengetahui dan melaporkan pelaku/sumber pencemaran yg terjadi di sekelilingnya,” ucapnya.

Sebelumnya, air Sungai Brantas mendadak berubah menjadi ungu gelap di sekitar Jembatan Mergosono Gang 5, Kota Malang, pada Minggu (27/9/2026) siang. Video perubahan warna air tersebut kemudian beredar di media sosial dan memicu dugaan pencemaran.

Pemkot Malang sebelumnya juga menyatakan akan menindak tegas perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan pembuangan limbah, termasuk kemungkinan pencabutan izin hingga penutupan usaha.

Hingga kini, hasil uji laboratorium telah menunjukkan adanya indikasi beban pencemar pada sejumlah parameter, tetapi penyebab pasti perubahan warna air dan sumber pencemarannya masih belum terungkap. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.