Ada Mudik Gratis, Pengusaha Travel Sumenep Keluhkan Sepi Penumpang

Ilustrasi mudik gratis.(Kemenhub)
Ilustrasi mudik gratis.(Kemenhub)

Sumenep, Blok-a.com – Program mudik gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menjelang Idulfitri 1446 Hijriah menuai keluhan dari pelaku usaha travel. Mereka menilai program tersebut berdampak negatif pada perekonomian sektor transportasi lokal.

Salah satu driver travel asal Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Kusay Franklin, mengungkapkan bahwa kebijakan ini membuat usaha travel sepi penumpang.

Ia menilai keuntungan dari program mudik gratis hanya dirasakan oleh pemudik, sementara para penyedia jasa transportasi mengalami penurunan pendapatan yang signifikan.

“Yang merasakan keuntungannya mungkin hanya para pemudik saja, tapi kami para travel merasa sangat miris,” ujarnya.

Menurut Franklin, Pemkab Sumenep seharusnya memperhatikan keberlangsungan usaha travel di daerah tersebut. Padahal, momen Lebaran biasanya menjadi kesempatan bagi para pengusaha transportasi untuk mendapatkan pemasukan lebih.

“Harapan kami setiap momen tahunan seperti ini bisa mendapatkan penumpang yang banyak, sehingga kami juga bisa merasakan keuntungan untuk menikmati hari raya,” jelasnya.

Franklin mengaku bahwa sejak program mudik gratis berlangsung, jumlah perjalanan yang bisa ia lakukan berkurang drastis. Jika sebelumnya ia bisa berangkat dua kali dalam seminggu, kini dalam satu bulan ia hanya mendapat satu perjalanan.

“Awalnya saya bisa berangkat dua kali ke ibu kota dalam seminggu. Tapi sejak ada program ini, saya sering menganggur di rumah,” keluhnya.

Ia berharap pemerintah daerah bisa mempertimbangkan dampak program ini terhadap pelaku usaha transportasi di Sumenep.

“Saya berharap pemerintah juga melihat bahwa program ini menjatuhkan perekonomian para travel. Setidaknya, pemerintah bisa ikut andil dalam menyejahterakan kami,” pungkasnya.(ram/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com