Blok-a.com – Baru-baru ini, ramai di media sosial mengenai video yang memperlihatkan puluhan narapidana Lapas Kutacane, Aceh, kabur dari tahanan.
Video tersebut viral di berbagai platform media sosial, salah satunya diunggah oleh akun X @Aixcrsh pada Selasa (11/3/2025).
Dirangkum Blok-a.com, Selasa (11/3/2025), berikut deretan fakta terkait kaburnya narapidana Lapas Kutacane Aceh.
Kronologi
Aksi kaburnya para narapidana dari Lapas Kutacane terjadi pada Senin (10/3/2025) sore hari, tepat menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam video yang tersebar di media sosial, terlihat puluhan napi berlarian keluar dari Lapas, melewati pintu keluar dan melompati pagar. Beberapa di antaranya bahkan memanjat atap dan membobol genteng untuk melarikan diri.
Saat kejadian, kawasan sekitar Lapas Kutacane cukup ramai karena ada pasar takjil untuk berbuka puasa. Keadaan tersebut membuat pedagang dan warga setempat panik, karena beberapa napi terlihat menerobos lapak pedagang untuk kabur.
Beberapa warga mencoba menangkap para narapidana yang melarikan diri, namun upaya mereka gagal karena para napi berlari dengan cepat.
Jumlah Napi Kabur
Sebelumnya, sempat beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa jumlah narapidana yang kabur mencapai 500 orang. Namun, informasi tersebut ternyata tidak benar.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Aceh, Yan Rusmanto, mengungkapkan bahwa ada 50 narapidana yang melarikan diri dari Lapas Kutacane. Dari jumlah tersebut, 13 napi berhasil ditangkap, sementara 37 lainnya masih dalam pencarian.
“Ada sebanyak 13 narapidana yang sebelumnya melarikan diri dari Lapas Kutacane, sudah ditangkap,” kata Yan Rusmanto dilansir dari Antara.
Mayoritas Napi Kasus Narkotika
Sebagian besar narapidana yang kabur diketahui terlibat dalam kasus narkotika.
Saat ini, pihak Lapas Kutacane terus berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah setempat untuk menangani peristiwa ini.
Yan Rusmanto juga mengimbau kepada narapidana yang masih melarikan diri agar segera menyerahkan diri, karena upaya pencarian akan terus dilakukan.
“Pihak lapas terus berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI serta pemerintah daerah setempat. Kami juga mengimbau narapidana yang kabur tersebut segera kembali karena akan dicari terus,” kata Yan Rusmanto.
Lapas Kelebihan Kapasitas
Kalapas Kelas IIB Kutacane, Andi Hasyim, mengungkapkan bahwa kelebihan kapasitas di Lapas menjadi salah satu penyebab kaburnya para narapidana. Andi mengakui bahwa mereka kekurangan petugas untuk menjaga 362 warga binaan yang ada di sana.
“Rasio pengamanan di kita 6 petugas keamanan, sedangkan isi (warga binaan) di kita 362, jadi ini tidak berbanding. Jadi kalau ada mobilisasi di satu tempat pasti jebol,” ungkap dia.
Tuntutan Bilik Asmara
Selain masalah kapasitas lapas yang sudah melebihi batas, tuntutan adanya bilik asmara juga turut menjadi alasan para narapidana kabur.
“Mulanya tuntutan mereka ingin ada bilik asmara,” ujar Andi.
Namun, Andi menjelaskan bahwa hal tersebut bukanlah wewenangnya, melainkan merupakan keputusan dari pemerintah pusat. Dia akan menyampaikan aspirasi dari para warga binaan terkait hal itu. (hen)









