5 Fakta Guru di Demak Dibacok Murid saat Mengajar: Kronologi – Dugaan Motif

Ilustrasi foto pembacokan (foto: knightsbridgesolicitors.co.uk)

Blok-a.com – Seorang guru di Kabupaten Demak, Jawa Tengah menjadi korban pembacokan oleh muridnya sendiri saat mengajar di Madrasah Aliyah (MA) YASUA.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (25/9/2023) saat proses belajar mengajar berlangsung. Pelaku, berinisial MAR merupakan siswa kelas XII di sekolah tersebut.

Detik-detik peristiwa pasca pembacokan itu terekam dalam video amatir hingga viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat korban pembacokan terluka bersimbah darah di pintu kelas.

Dirangkum Blok-a.com, Selasa (26/9/2023), berikut deretan fakta soal pembacokan guru di Demak, Jawa Tengah.

1. Kronologi Kejadian

Kapolsek Kebunagung Demak AKP Suwondo menceritakan kronologi kejadian itu bermula saat korban sedang melaksanakan kegiatan pengawasan dan membagikan soal ulangan tengah semester (UTS) di kelas XII IPS.

Selang beberapa saat, tiba-tiba siswa MAR datang ke ruang kelas sambil mengeluarkan sabit dari belakang pinggangnya kemudian mengarahkan sabit tersebut ke arah korban.

Tindakan pembacokan itu mengenai bagian leher sebelah kanan dan lenggan sebelah kiri korban. Setelah kejadian tersebut, proses pembelajaran dihentikan dan siswa dipulangkan.

 

2. Korban Luka Parah

Akibat serangan dari MAR, korban mengalami luka parah hingga darah bersimbah dan tubuhnya terduduk di lantai. Sementara pelaku, sesaat setelah melakukan aksinya langsung membuang sembarang barang bukti ke arah lapangan dan gegas melarikan diri dengan sepeda motor.

“Pelaku kemudian lari keluar kelas melemparkan sabit ke lapangan dan melarikan diri mengunakan sepeda motor ke arah keluar sekolahan menuju jalan raya Semarang-Purwodadi,” ujar AKP Suwondo.

Tak lama, mendapati lemahnya kondisi korban di pintu depan ruang kelas, guru lain segera mengerumuni dan melarikannya ke RSWN Semarang.

 

3. Polisi Buru Pelaku

Tim Unit Reskrim Polsek Kebonagung bersama Tim Resmob Polres Demak saat ini masih melakukan pengejaran pelaku yang kabur usai melakukan pembacokan terhadap korban.

“Kami telah menyita arit yang digunakan pelaku membacok korban. Arit tersebut dibuang pelaku di lapangan sekolah. Kami juga masih memburu pelaku,” ungkap AKP Suwondo.

 

4. Dugaan Motif

Pihak kepolisian sementara ini menduga motif utama pembacokan adalah kekecewaan MAR terhadap perlakuan korban.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu menyebut korban merupakan guru olahraga sekaligus wakil kesiswaan. Korban, lanjut dia,  kerap mengurus siswa bermasalah. Sedangkan MAR kerap bolos sekolah.

“Motifnya itu, dia sebagai guru olahraga dan kesiswaan. Yang bersangkutan diduga ada unsur dendam. Karena guru kesiswaan yang banyak mengurusi siswa bermasalah,” ungkap Satake.

 

5. Biaya Perawatan Ditanggung Kemenag

Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak mengaku akan menanggung semua biaya perawatan atas kejadian yang menimpa korban.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Demak, Afief Mundzier usai menjenguk korban di RSUP dr Kariadi Semarang.

“Atas petunjuk pimpinan, segala yang muncul akibat terjadi pada korban menjadi tangung jawab resmi secara kedinasan oleh Kantor Kemenag Kabupaten Demak,” jelas Afief.

 

(hen)

 

 

 

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?