35 Ribu Tiket Kereta Api Stasiun Malang Ludes Jelang Lebaran

Pengguna yang berangkat menggunakan kereta api dari wilayah Daop 7 Madiun meningkat. (dok. PT KAI Daop 7)

Kota Malang, blok-a.com – Menyambut momen Lebaran tahun ini, antusiasme masyarakat untuk bepergian menggunakan kereta api meningkat drastis.

Hal ini terlihat dari penjualan tiket kereta api jarak jauh keberangkatan dari Stasiun Kota Malang jelang Lebaran yang telah mencapai lebih dari 35.000 tiket.

Luqman Arif, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, menjelaskan bahwa tiket yang telah terpesan tersebut dijual untuk tenggang masa 31 Maret hingga 21 April 2024. Pemesanan dilakukan dengan berbagai metode baik secara offline atau datang langsung ke stasiun ataupun online.

“Sampai saat ini tiket kereta api jarak jauh keberangkatan dari Stasiun Kota Malang, khususnya pada masa angkutan lebaran telah terpesan lebih dari 35.000 tiket pada masa 31 Maret sampai 21 April 2024,” tuturnya kepada awak media pada Selasa (26/3/2024).

Ia menjelaskan, setiap harinya Stasiun Kota Baru Malang memberangkatkan 12 kereta api jarak jauh, terdiri dari 8 kereta reguler dan 4 kereta api tambahan, dengan total 6.333 tempat duduk yang tersedia.

“Jumlah 35.000 tiket itu hanya untuk keberangkatan dari Malang. Perkiraan untuk kedatangan jumlahnya kurang lebih sama karena Malang juga merupakan kota tujuan. Banyak orang Malang yang bekerja di daerah barat seperti Jakarta dan Bandung,” ungkap Luqman.

Dari keseluruhan penjualan tiket, Jakarta masih menjadi destinasi favorit.

Kereta Api Jayabaya dan Gajayana dengan tujuan Pasar Senen dan Gambir menjadi pilihan favorit para penumpang.

“Favorit Masyarakat tujuan ke Jakarta, Stasiun Pasar Senen dan Gambir, dengan Kereta Api Jayabaya dan Gajayana,” terang Luqman.

Selain Jakarta, arah timur Jawa juga menjadi pilihan favorit masyarakat Kota Malang. “Ke timur dengan Kereta Api Tawangalun juga cukup favorit sebagai tujuan masyarakat dalam berpergian pada masa lebaran nanti,” lanjut Luqman.

Dibandingkan tahun sebelumnya, penjualan tiket Lebaran tahun ini mengalami peningkatan hingga 6%. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tidak adanya persyaratan perjalanan di masa Pandemi Covid-19 dan penambahan jumlah kereta api.

“Volume perjalanan kereta api tahun ini meningkat dibandingkan tahun 2023. Tahun lalu hanya ada 7 kereta api jarak jauh, sedangkan sekarang ada 11. Penambahan ini tentu meningkatkan jumlah tempat duduk yang tersedia dan mendorong peningkatan penjualan tiket,” jelas Luqman. (art/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com