3 Tokoh Pahlawan Nasional dari Malang yang Punya Peran Penting di Masa Perjuangan Kemerdekaan 

dok. tegar putra f
dok. tegar putra f

Kota Malang, blok-a.com – Kota Malang dikenal tidak hanya dengan keindahan alam dan kemajuan pendidikannya, tetapi juga memiliki jejak sejarah yang dipenuhi kisah heroik dari para pahlawan nasional. Tiga pahlawan nasional yang berasal dari Malang telah menorehkan sejarah dengan berbagai peran dan pengorbanannya. 

Mereka adalah sosok inspiratif yang hingga kini dikenang melalui berbagai monumen, cerita rakyat, dan upacara penghormatan. Dari semangat juang mereka, generasi muda dapat belajar tentang keteguhan, keberanian, dan kecintaan terhadap bangsa. 

Berikut adalah profil singkat dari lima pahlawan kebanggaan Malang:

1. Hamid Rusdi

Hamid Rusdi, source: jatim.idntimes

Salah satu pahlawan nasional yang berasal dari Malang dan patut untuk dikenang adalah Hamid Rusdi. Pahlawan yang lahir pada tanggal 28 Februari 1911 ini dikenal sebagai pejuang tangguh yang berperan besar dalam gerakan melawan penjajahan Belanda dan Jepang. 

Hamid Rusdi lahir di Desa Sumbermanjing Kulon, tepatnya di Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Sosok yang mampu menjadi penggerak bangsa Indonesia, khususnya Kota Malang.

Sejak muda, Hamid Rusdi telah menunjukkan keberaniannya dalam memperjuangkan kemerdekaan. Ia dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik. Saat Jepang menjajah Indonesia, Hamid Rusdi masuk dalam barisan pejuang yang menentang kekejaman yang dilakukan tentara Jepang.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Belanda kembali mencoba menguasai wilayah Indonesia melalui Agresi Militer. Di sinilah peran Hamid Rusdi semakin besar. Ia menjadi salah satu komandan pasukan yang memimpin perlawanan rakyat Malang dalam mempertahankan kemerdekaan.

Namun, pada akhirnya, dalam sebuah pertempuran pada tahun 1949, Hamid Rusdi gugur sebagai syuhada, membela tanah air hingga titik darah penghabisan. Kini, nama Hamid Rusdi diabadikan sebagai nama jalan di kota Malang dan terdapat patung Hamid Rusdi di daerah Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. 

2. K.H Masjkur

K.H Masjkur, source: sabilulhasanah.com

Nama KH Masjkur kini semakin dikenal sebagai salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang berasal dari Kota Malang, Jawa Timur. Setelah Pemerintah Republik Indonesia resmi memberikan gelar pahlawan nasional kepada KH Masjkur atas jasa-jasanya yang luar biasa dalam perjuangan kemerdekaan.

Penganugerahan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 120/TK/Tahun 2019 yang ditandatangani pada 7 November 2019.

KH Masjkur, yang lahir di Singosari, 30 Desember 1904, dikenal sebagai ulama besar yang aktif di bidang pendidikan, dakwah, dan perjuangan. 

Beliau berperan penting dalam pergerakan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, terutama dalam upayanya menggerakkan para santri dan kaum pesantren untuk melawan penjajah. 

Salah satu peran besarnya adalah ketika ia memimpin Laskar Hizbullah-Sabilillah, sebuah pasukan yang terdiri dari santri-santri dan pejuang Islam, untuk turut serta dalam mempertahankan kemerdekaan. Selain dikenal sebagai pejuang, KH Masjkur juga pernah menjadi Menteri Agama pada era Presiden Soekarno.

Masyarakat Kota Malang pun menyambut baik penghargaan ini. Sebab merupakan bentuk pengakuan pemerintah atas jasa KH Masjkur yang bukan hanya milik masyarakat Malang, tetapi seluruh Indonesia. 

Berbagai kalangan di Malang pun berharap agar penghargaan ini dapat menggugah generasi muda untuk lebih mengenal KH Masjkur dan meneladani semangat perjuangannya dalam memajukan bangsa. Pada akhirnya beliau wafat pada 19 Desember 1994.

3. Abdul Manan Wijaya

Abdul Manan Wijaya, source: tugumalang.id

Abdul Manan Wijaya, seorang tokoh penting yang lahir dan besar di Kota Malang, kini diakui sebagai Pahlawan Nasional. Ia dikenal sebagai sosok yang tak kenal lelah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui berbagai gerakan dan aksi nyata, terutama di wilayah Malang dan sekitarnya. 

Abdul Manan Wijaya lahir pada 1915 di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Nama aslinya adalah Rumpoko dan ayahnya merupakan seorang mandor jalan. Ketika muda, ia mengenyam pendidikan sebagai santri di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Sebagai seorang militer, keahliannya dalam menyusun taktik dan strategi untuk melawan penjajah sangat bersinar. Bersama dengan Mayor Sunandar dan Letnan Soemadi, ia merancang berbagai serangan cerdik terhadap pasukan Belanda.

Sebagai seorang pemuda yang gigih, Abdul Manan Wijaya aktif dalam organisasi pergerakan nasional yang menggalang dukungan rakyat untuk melawan penjajahan kolonial. Pada masa penjajahan, Abdul Manan tak hanya turun langsung dalam pertempuran melawan pasukan kolonial, tetapi juga aktif menyuarakan semangat perjuangan dan kesatuan melalui pidato-pidato inspiratif. 

Keteladanan dan keberanian Abdul Manan menjadi inspirasi bagi banyak pemuda di Kota Malang. Ia tak segan mempertaruhkan nyawanya demi membela bangsa dan tanah air tercinta.

Kini, pemerintah Indonesia resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Abdul Manan Wijaya sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas jasa-jasanya. Nama Abdul Manan pun semakin dikenang sebagai pejuang yang berkorban demi kemerdekaan Indonesia dan selalu dikenang di hati masyarakat Malang.

Semasa hidupnya, pahlawan nasional kelahiran Pujon ini terus memberikan kontribusi yang besar bagi Indonesia. Ia wafat dengan pangkat terakhirnya sebagai Brigjen. Ia dimakamkan di Desa Sisir, Kecamatan Batu atas permintaannya karena tak ingin dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP).

Penulis: Tegar Putra F (Mahasiswa Magang UTM)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com