KOTA BATU – Sebanyak 1.128 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kota Batu akan mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementrian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM).
Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu, Arief Hidayatullah mengatakan, pendataan dilakukan sejak bulan Agustus lalu. Dan sudah ada sekitar 1.128 data UMKM yang telah dikirim ke pemerintah pusat untuk diverifikasi.
“Sudah tinggal tunggu verifikasi dari pemerintah pusat. Ini yang kami setorkan sudah keseluruhan UMKM yang sesuai dengan persyaratan,” jelas Arief, Jumat (11/9).
Total pelaku UMKM di Kota Batu sendiri mencapai 15 ribu. Namun untuk yang bisa mendapatkan BLT senilai Rp 2,4 juta tidak bisa keseluruhan, hanya sebagian saja. Hal ini lantaran adanya beberapa persyaratan bagi pelaku UMKM agar bisa menerima BLT.
“Pelaku UMKM yang benar-benar terdampak bisa langsung daftar ke Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dijJalan Abdul Gani Atas, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu,” imbuhnya.
Tidak hanya melalui PLUT, pelaku UMKM juga bisa melakukan pendaftaran lewat online. Syaratnya mengumpulkan form database pelaku usaha mikro, dan fotokopi KTP Kota Batu. Selain itu rekening bank sesuai nama yang mengajukan dan fotokopi izin usaha UMKM. Dan sebagai nasabah perbankan dengan tabungan kurang dari Rp 2 juta serta foto produk.
“Pendataan calon penerima BLT ini akan berakhir pada bulan September ini, sehingga pelaku UMKM yang benar-benar terdampak bisa langsung daftar. Tapi ada perkiraan waktu pendataan juga bisa bertambah karena kuota nasional mencapai 12 juta penerima,” terangnya.
Selain itu, untuk pelaku UMKM yang menerima bantuan tersebut diprioritaskan kepada yang terdampak pandemi Covid-19. “Nantinya mereka juga akan diseleksi secara nasional dengan persyaratan yang ada. Jadi kami hanya membantu untuk mendaftarkan saja,” tutup Arief.




