Jadwal Penyaluran Bansos Juni 2025: BSU, Beras 10 Kg, MBG, PKH, dan Lainnya

Ilustrasi penyaluran bansos beras. (Dok. Antara/Muhammad Bagus Khoirunas)
Ilustrasi penyaluran bansos beras. (Dok. Antara/Muhammad Bagus Khoirunas)

Blok-a.com – Pemerintah Indonesia kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) pada Juni 2025 untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah, keluarga rentan, dan pekerja. Program ini mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Bantuan Subsidi Upah (BSU), Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, Program Indonesia Pintar (PIP), Bantuan Beras 10 Kg, dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berikut informasi jadwal dan besaran bantuan sosial untuk periode bulan Juni 2025, dikutip dari berbagai sumber:

Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 2

Jadwal penyaluran dimulai dari awal hingga pertengahan Juni 2025 (beberapa daerah sudah dimulai sejak 28 Mei 2025).

Besaran Bantuan: 

  • Ibu hamil/nifas: Rp750.000 per tahap (Rp3.000.000 setahun).
  • Anak usia dini (0-6 tahun): Rp750.000 per tahap (Rp3.000.000 setahun).
  • Siswa SD: Rp225.000 per tahap (Rp900.000 setahun).
  • Siswa SMP: Rp375.000 per tahap (Rp1.500.000 setahun).
  • Siswa SMA: Rp500.000 per tahap (Rp2.000.000 setahun).
  • Lansia atau penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per tahap (Rp2.400.000 setahun).

Dana akan ditansfer melalui rekening bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, BTN) atau diambil di Kantor Pos jika tidak punya rekening.  Proses pencairan sudah dimulai dan dijadwalkan akan selesai akhir Juni. Cek rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Anda secara rutin.

Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 2

Jadwal penyaluran sejak akhir Mei hingga akhir Juni 2025 (tahap April–Juni). Bantuan diberikan sebesar Rp200.000 per bulan (total Rp600.000 untuk 3 bulan). Dengan tambahan Rp400.000 (Rp200.000/bulan untuk Juni–Juli) untuk sejumlah penerima tertentu.

Penerimaan saldo dikirim melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk membeli kebutuhan pokok. Seperti beras, telur, atau minyak di e-warong atau pedagang mitra bank Himbara. Di beberapa daerah, dana akan disalurkan melalui Kantor Pos.

Verifikasi rekening sedang dilakukan. Penerima baru akan dibantu Dinas Sosial untuk aktivasi KKS. Total bantuan per tahun Rp2.400.000.

Bantuan Subsidi Upah (BSU)

BSU mulai disalurkan pada minggu kedua Juni 2025, sekitar tanggal 9–10 Juni, meskipun di beberapa daerah pencairan telah dimulai sejak 21 Mei. Setiap pekerja yang memenuhi syarat akan menerima bantuan sebesar Rp600.000, yang dibayarkan satu kali dan langsung ditransfer ke rekening pribadi masing-masing penerima.

Program ini menargetkan sekitar 17 juta pekerja, termasuk guru honorer dan pekerja formal lainnya. Untuk memastikan kelancaran pencairan, para calon penerima diimbau memeriksa kembali keaktifan data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan mereka.

Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa

Penyaluran BLT Dana Desa dijadwalkan pada minggu kedua Juni 2025, diperkirakan berlangsung sekitar tanggal 9–10 Juni. Jadwal pencairan biasanya mengikuti undangan resmi dari pemerintah desa masing-masing. Besaran bantuan yang diterima adalah Rp300.000 per bulan dan bisa dicairkan sekaligus setiap 2 hingga 3 bulan, sehingga totalnya bisa mencapai Rp600.000 hingga Rp900.000 per tahap.

Bantuan ini dibagikan langsung oleh perangkat desa, berdasarkan hasil musyawarah desa yang menentukan siapa saja warga yang layak menerima. Pastikan untuk tidak melewatkan undangan dari desa, karena absensi dapat menyebabkan bantuan dianggap hangus. Penyaluran juga sangat bergantung pada ketersediaan dan alokasi Dana Desa di wilayah tersebut.

Ilustrasi bansos Kemensos. (Foto: Grandyos Zafna)

Program Indonesia Pintar (PIP)

Penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) untuk tahap Mei hingga September 2025 dijadwalkan berlangsung mulai minggu kedua hingga ketiga Juni 2025. Bantuan ini diberikan kepada peserta didik dengan rincian sebagai berikut:

  • SD/SDLB/Paket A: Rp450.000 per tahun (Rp225.000 untuk siswa kelas VI)
  • SMP/SMPLB/Paket B: Rp750.000 per tahun (Rp375.000 untuk siswa kelas IX)
  • SMA/SMK/SMALB/Paket C: Rp1.800.000 per tahun (Rp900.000 untuk siswa kelas XII)

Dana bantuan ditransfer ke rekening bank yang ditentukan oleh Kemendikbudristek dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, seperti membeli buku, seragam, hingga biaya transportasi. Besaran bantuan untuk siswa kelas akhir atau siswa baru biasanya disesuaikan karena hanya berlaku untuk satu semester. Status penerimaan dapat dicek melalui situs resmi Kemendikbudristek.

Bantuan Beras 10 Kg

Program Bantuan Beras mulai disalurkan pada 5 Juni 2025 dan dilakukan melalui jaringan distribusi Bulog. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan jatah 10 kg beras per bulan. Khusus untuk beberapa daerah, pada bulan Juni ini kuota bantuan ditingkatkan menjadi 20 kg.

Beras dibagikan langsung ke rumah-rumah warga atau melalui titik pengambilan yang telah ditentukan, seperti kantor desa atau kelurahan. Program ini menargetkan 16 juta keluarga di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan menstabilkan harga beras di tengah tekanan ekonomi.

Makan Bergizi Gratis (MBG)

Program MBG telah berjalan sejak April 2025 dan kembali dilanjutkan pada bulan Juni, setelah perayaan Idul Adha. Tidak seperti bansos lainnya, bantuan ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa makanan bergizi yang dibagikan setiap hari sekolah.

Sasaran utama dari program ini adalah para siswa serta ibu hamil dan menyusui, dengan penyaluran dilakukan di sekolah-sekolah maupun pusat layanan kesehatan. MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.

Cara Mengecek Status Penerima Bansos

Untuk mengetahui apakah Anda terdaftar sebagai penerima bantuan sosial, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka situs (https://cekbansos.kemensos.go.id).
  2. Masukkan data sesuai KTP: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, dan nama lengkap.
  3. Ketik kode verifikasi 4 huruf (klik refresh jika kurang jelas).
  4. Klik “Cari Data” untuk melihat status dan jenis bansos yang Anda terima.

Bansos ini diharapkan bisa membantu meringankan beban masyarakat, meningkatkan daya beli, dan menjaga ketahanan pangan. Cek status Anda untuk memastikan bantuan datang tepat waktu. (mg3/gni)

Penulis: Kun Lang Ragil (mahasiswa magang STIMATA)

Exit mobile version