Bantah Krisis Beras, Mentan : Kalau Ada Yang Bilang Terjadi Penipisan Beras Jangan Percaya

Menteri Pertandian, Syahrul Yasin Limpo diwawancara di Kota Malang (blok-A/Putu Ayu Pratama S)

Kota Malang, Blok-a.com – Kementerian Pertanian bantah krisis beras di Indonesia, hingga beberkan data panen bulan September hingga Desember, Jumat (28/10/2022).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam siaran persnya menegaskan tidak ada penipisan beras di Indonesia. Bahkan, ia meyakini bahwa Indonesia memiliki ketahanan pangan terbaik di dunia.

“Tiga tahun kita swasembada beras dan itu pengakuan FAO, pengakuan dunia terhadap Indonesia,” tegasnya.

“Saya baru pulang dari luar negeri berkesempatan melakukan presentasi tentang sistem ketahanan pangan nasional kita,” imbuhnya.

Limpo panggilan akrabnya, membeberkan dari data panen pada bulan September hingga Desember di wilayah Jawa. Sebanyak 1,15 Juta Ton di wilayah Jawa Timur, 1,01 Juta Ton di wilayah Jawa Tengah dan 1,5 Juta Ton di wilayah Jawab Barat.

Dari data tersebut, Limpo meyakini ketersediaan beras di Indonesia melebihi kapasitas. Belum lagi dengan adanya panen panen yang akan datang.

“Akan segera panen lagi dan tentu saja kalau ada yang bilang terjadi penipisan beras jangan percaya, suruh ke Kementan. Aku tunjukkan di mana tempatnya,” tegasnya.

Menyampaikan harapan Presiden, Limpo menuturkan, Bulog harus segera menyerap beras beras yang ada untuk mempertahankan stabilitas harga.

“Bulog harus segera menyerap besar kalau serapan Bulog sedikit ya stabilisasi harga bisa tergoncang. Seperti apa yang diharapkan Pak Presiden dimana setiap minggu di cek loh dan kita aman,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap Pemerintah Daerah tidak bergantung dengan persediaan Bulog, menurutnya perlu adanya barbershop di setiap daerah untuk menjadikan stabilizer persediaan beras.

“Saya punya harapan juga agar para Gubernur para Bupati tidak hanya menunggu Bulog, tetapi masing-masing daerah harus mempersiapkan gudang-gudang sebagai stabilizer,” pungkasnya.

(ptu)

Exit mobile version