Kabupaten Malang, blok-a.com – Sejumlah fasilitas di atadion Kanjuruhan sebagai lokasi Tragedi Kanjuruhan alami pembongkaran.
Pembongkaran itu dilakukan pada akhir November 2022.
Polisi kini serius mendalami kasus pembongkaran itu. Setelah mendapat aduan 1 Desember 2022 lalu, kini kasus itu statusnya naik dari penyelidikan ke penyidikan.
“Tanggal 6 (Desember 2022) kami meningkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan,” kata Kasatreskrim Polres Malang, Iptu Rizky Wahyu Saputro dikonfirmasi, Kamis (8/12/2022) kemarin.
Naiknya status kasus itu setelah polisi memeriksa 11 saksi atas pembongkaran di Stadion Kanjuruhan.
Saat ini polisi sedang mendalami motif atau alasan atas pembongkaran sejumlah fasilitas di Stadion Kanjuruhan.
“Kami saat ini mendalami motif. Tadi kami memeriksa saksi atas nama H yang diduga penanggung jawab atas peristiwa tersebut,” kata dia.
Sementara yang dibongkar, kata Rizky, adalah pagar pembatas antara tribune dan juga lapangan serta sejumlah paving.
“Untuk yang dirusak pagar pembatas antara tribune dengan lapangan sudah dirobohkan kurang lebih satu lembar pagar,” paparnya.
Rizky menambahkan, dari keterangan saksi, pembongkar tersebut hanyalah pekerja. Mereka murni orang suruhan.
“Kesehariannya tukang dan dari orang sipil,” tutupnya. (bob)










Balas
Lihat komentar