Banyuwangi, Blok-a.com – Hadirnya teknik operasi laparoskopi memberikan kemudahan dalam penanganan batu empedu. Jika sebelumnya pasien harus menjalani operasi terbuka dengan luka sayatan cukup besar dan masa pemulihan panjang. Kini tindakan dapat dilakukan melalui lubang berdiameter kurang dari satu sentimeter atau minim sayatan.
Dokter spesialis bedah, dr. Chakra Putra Pratama, Sp.B., M.Ked.Klin, menjelaskan batu empedu merupakan salah satu gangguan yang cukup sering ditemukan di masyarakat, terutama pada usia di atas 30 tahun. Kondisi ini terjadi akibat pengendapan kolesterol atau zat lain di dalam kantong empedu.
“Batu empedu sering kali tidak menimbulkan gejala pada awalnya. Namun ketika menyumbat saluran empedu, pasien bisa mengalami nyeri hebat di perut kanan atas, mual, muntah, bahkan demam,” ujar dr. Chakra saat ditemui, pada Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, nyeri biasanya muncul setelah mengonsumsi makanan berlemak. Dalam beberapa kasus, sumbatan juga dapat menyebabkan kulit dan mata menguning akibat terganggunya aliran cairan empedu.
Lebih lanjut, dr. Chakra memaparkan prosedur laparoskopi kini menjadi pilihan utama karena memberikan banyak keuntungan bagi pasien.
“Dengan teknik laparoskopi, sayatan lebih kecil, nyeri pascaoperasi lebih ringan, risiko infeksi lebih rendah, dan pasien bisa pulang lebih cepat dibandingkan operasi terbuka,” ungkapnya.
Sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas dalam waktu relatif singkat setelah tindakan dilakukan. Meski demikian, keputusan operasi tetap harus melalui pemeriksaan menyeluruh, termasuk USG dan evaluasi kondisi umum pasien.
Selanjutnya, dr. Chakra juga mengimbau masyarakat agar menerapkan pola makan sehat dan membatasi konsumsi makanan tinggi lemak guna mencegah terbentuknya batu empedu.
“Jika muncul keluhan yang mengarah pada batu empedu, sebaiknya segera memeriksakan diri agar dapat ditangani sebelum terjadi komplikasi,” tutupnya.
Dengan kemajuan teknologi medis, penanganan batu empedu kini menjadi lebih efektif dan nyaman. Hal ini memberikan harapan baru bagi pasien yang membutuhkan tindakan bedah tanpa harus khawatir dengan luka besar dan masa pemulihan yang lama. (Kur/gni)




