Banyuwangi, Blok-a.com – Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, RSUD Genteng melaksanakan kegiatan sosialisasi kesehatan tentang Tuberkulosis (TB) kepada pasien dan keluarga pasien di ruang tunggu poliklinik, Sabtu (28/03/2026).
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan World TB Day yang diperingati setiap tanggal 24 Maret di seluruh dunia.
Petugas kesehatan RSUD Genteng menjelaskan bahwa TB merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru. Penyakit ini dapat menular melalui udara ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara.
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap gejala-gejala TB. Seperti batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, berkeringat pada malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, serta rasa lelah yang terus-menerus.
Hal yang sama juga disampaikan oleh dr. Dian Retnowati Sp.P (K) dan dr. Mariyatul Khiptiyah Sp.P. Keduanya memberikan tanggapan mengenai pentingnya edukasi kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, sosialisasi seperti ini sangat diperlukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai penyakit TB.
“Masih banyak masyarakat yang kurang memahami gejala awal TB sehingga sering terlambat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih peka terhadap kondisi kesehatan diri sendiri maupun anggota keluarga,” tegasnya.
Lebih lanjut kedua dokter tersebut juga menekankan pentingnya menjalani pengobatan secara teratur hingga selesai sesuai dengan anjuran tenaga medis. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan serta pengendalian penyakit TB dapat berjalan lebih optimal, sehingga angka penularan penyakit tersebut dapat ditekan.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat dapat mengenali gejala TB sejak dini dan tidak ragu untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu,” ujar dr. Dian Retnowati Sp.P (K).
Dari hasil pantauan, kegiatan sosialisasi berlangsung dengan suasana yang interaktif. Para pasien beserta keluarga terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan beberapa di antaranya juga mengajukan pertanyaan kepada petugas kesehatan mengenai cara pencegahan TB, serta langkah yang harus dilakukan apabila terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala penyakit tersebut.
Melalui kegiatan tersebut, RSUD Genteng berharap agar masyarakat memiliki pemahaman lebih baik mengenai penyakit Tuberkulosis. Sehingga angka penularan penyakit dapat ditekan. (kur/ova)










Balas
Lihat komentar