Kabupaten Malang, blok-a.com – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Hermina Kepanjen resmi dimulai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Senin (29/9/2025). Rumah sakit bertaraf nasional ini diharapkan bisa memperluas akses layanan kesehatan bagi warga Kabupaten Malang yang berjumlah lebih dari 3 juta jiwa.
Bupati Malang, HM. Sanusi, menegaskan bahwa kehadiran RS Hermina akan menambah pilihan layanan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan rumah sakit dengan kapasitas besar.
“Selama ini di Kepanjen sering banyak pasien yang tidak ketampung karena kapasitas terbatas. Rumah sakit (RS) yang ada rata-rata hanya memiliki sekitar 200 tempat tidur. Dengan adanya Hermina dan nantinya beberapa RS baru, setidaknya ada tambahan seribu bed yang bisa melayani masyarakat,” jelas Sanusi.
Sanusi menambahkan, keberadaan RS Hermina tidak akan mengganggu operasional rumah sakit lain di Malang Raya. Sebaliknya, justru akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan standar nasional.
“Harapan saya semakin banyak rumah sakit bertaraf nasional berdiri di Kabupaten Malang, sehingga pelayanan kesehatan makin prima,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk, Yulisa Khiat, menyebut pembangunan RS Hermina Kepanjen merupakan wujud komitmen dalam membantu pemerataan layanan kesehatan.
“Fokus utama kami adalah melayani pasien BPJS. Porsi pelayanan BPJS bisa mencapai 60–70 persen. Selain itu, Hermina Kepanjen juga akan dilengkapi fasilitas unggulan seperti layanan ibu dan anak, trauma center, hingga layanan spesialis dan subspesialis sesuai kebutuhan wilayah,” terang Yulisa.
Dari sisi kapasitas, Yulisa menjelaskan RS Hermina Kepanjen akan memulai dengan 100 tempat tidur. Namun, kapasitas tersebut siap ditingkatkan menjadi 200 bahkan hingga 400 bed sesuai kebutuhan.
“Gedung awalnya lima lantai dengan fondasi yang disiapkan sampai 10 lantai, luas bangunan 18.000 meter persegi di atas lahan sekitar dua hektare. Targetnya tujuh bulan pembangunan bisa selesai dan Juni mendatang sudah soft opening,” ungkapnya.
Momentum groundbreaking ini juga menandai babak baru kolaborasi antara pemerintah daerah dan swasta dalam memperkuat layanan kesehatan. Dengan tambahan fasilitas kesehatan modern, masyarakat Kabupaten Malang diharapkan bisa mendapatkan pelayanan lebih cepat, lebih dekat, dan sesuai standar nasional. (yog/bob)



