Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang siap menjalankan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).
Rencananya program nasional ini digelar Februari 2025.
Program ini akan difokuskan pada deteksi dini penyakit sesuai kelompok umur, seperti pemeriksaan kesehatan untuk balita, remaja, dewasa, dan lansia.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan dan mendeteksi dini penyakit yang berpotensi berkembang.
“PKG ini dilaksanakan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik yang bekerja sama dengan BPJS dan laboratorium kesehatan masyarakat,” kata Husnul.
Husnul menerangkan, saat ini Dinkes Kota Malang masih dalam tahap pengumpulan data sasaran, fasilitas kesehatan (faskes) dan sarana prasarana (sarpras). Data tersebut untuk mencakup jumlah penduduk berdasarkan kategori usia.
“Di Kota Malang, ada 16 puskesmas yang siap mendukung program ini. Namun, kami juga perlu memastikan kesiapan klinik dan laboratorium kesehatan yang terlibat, terutama untuk pemeriksaan seperti diabetes, hipertensi, kesehatan jiwa, hingga kanker serviks,” terangnya.
Husnul menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan dari Kementerian Kesehatan.
“Juknis nanti akan kita terima, cuma untuk saat ini masih belum ada. Secara umum, bupati/gub/wali kota harus mempersiapkan untuk koordinasi, sosialisasi dan orientasi,” bebernya
Ia juga menambahkan, nantinya dalam PKG tersebut mencakup berbagai pemeriksaan. Yakni tes darah, urin, USG, serta deteksi kolesterol dan osteoporosis.
Husnul mengimbau masyarakat Kota Malang untuk mendaftar melalui aplikasi satu sehat mobile ataupun puskesmas. Terlebih, program tersebut akan memprioritaskan peserta BPJS Kesehatan, mengingat Kota Malang telah mencapai Universal Health Coverage (UHC).
“Tetap sesuai juknis ya. Pendaftaran dapat dilakukan dengan membawa KTP ke fasilitas kesehatan atau melalui antrean online. Data ulang tahun warga juga akan menjadi acuan untuk mendistribusikan layanan ini secara merata,” imbuhnya.
Disinggung terkait dengan anggaran, Husnul mengungkapkan anggaran PKG akan bersumber dari APBN, APBD dan BPJS Kesehatan. Namun, untuk detailnya masih menunggu juknis dari pusat.
Husnul meyakini, dengan persiapan yang matang, program PKG akan berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif dan memperkuat layanan kesehatan di tingkat lokal,” tutup Husnul. (yog/bob)




