Musim Bediding, Warga Banyuwangi Diimbau Waspadai Kulit Kering dan Iritasi

Ilustrasi kulit kering.(pexels/kindelmedia)
Ilustrasi kulit kering.(pexels/kindelmedia)

Banyuwangi, blok-a.com – Memasuki musim bediding atau angin timur, suhu udara di Banyuwangi cenderung lebih dingin dan kering. Perubahan cuaca ini kerap memicu berbagai keluhan kulit seperti kering, bersisik, gatal, hingga mengelupas.

Dokter Spesialis Kulit RSUD Genteng, dr. Riezky Januar Paramitha, Sp.DV, menyebutkan bahwa musim bediding merupakan pemicu umum terjadinya kulit kering akibat hilangnya kelembapan alami pada kulit.

Cuaca dingin dan angin kencang membuat kelembapan alami kulit cepat menguap. Jika tidak dirawat, bisa menyebabkan iritasi hingga peradangan, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau yang memiliki riwayat eksim,” jelas dr. Riezky, Jumat (11/7/2025).

Untuk mencegah gangguan kulit selama musim ini, dr. Riezky menyarankan beberapa langkah perawatan sederhana yang dapat dilakukan masyarakat:

  1. Gunakan pelembap secara rutin, terutama setelah mandi.
  2. Hindari mandi air panas terlalu lama.
  3. Pilih sabun yang lembut dan tidak mengandung deterjen keras.
  4. Cukupi asupan air putih setiap hari.
  5. Kenakan pakaian hangat yang tidak terlalu ketat.
  6. Lindungi kulit dari paparan angin langsung saat beraktivitas di luar ruangan.

Apabila mengalami gejala seperti kulit pecah-pecah, gatal, sangat kering, atau muncul bercak merah, masyarakat disarankan segera berkonsultasi ke dokter spesialis kulit.

RSUD Genteng sendiri menyediakan layanan Poli Kulit dengan fasilitas modern, salah satunya alat Phototherapy UV 308 yang efektif menangani berbagai gangguan kulit.

“Jaga kulit tetap sehat dan lembap selama musim bediding ini!” imbau dr. Riezky.

Untuk informasi lebih lanjut dan jadwal konsultasi, masyarakat dapat langsung mendatangi Poli Kulit RSUD Genteng.(kur/lio)

Exit mobile version