Morula IVF Surabaya Hadir di Malang, Bantu Wujudkan Mimpi Menjadi Orang Tua

Para Dokter yang berkontribusi dalam program bayi tabung yang digelar oleh Morula IVF Surabaya dengan tajuk 'From Prayers to Miracle' (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Para Dokter yang berkontribusi dalam program bayi tabung yang digelar oleh Morula IVF Surabaya dengan tajuk 'From Prayers to Miracle' (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Morula IVF Surabaya menggelar acara bertajuk “Goes to Kota Malang – From Prayers to Miracle” untuk mendekatkan layanan program bayi tabung (IVF) kepada masyarakat yang tengah berjuang mendapatkan keturunan. Kegiatan yang digelar pada Minggu (4/5/2025) ini menghadirkan kisah inspiratif dari para pasangan yang berhasil hamil melalui program IVF.

Pasangan asal Malang, Shirly dan Habib, menjadi salah satu contoh keberhasilan setelah tujuh tahun menanti hadirnya buah hati. Cerita serupa juga datang dari Natalia dan Dad David yang berhasil menjalani dua program IVF bersama dr Benediktus Arifin.

Kehadiran pasangan selebriti Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag secara daring turut memperkuat pesan bahwa harapan untuk menjadi orang tua tetap terbuka lebar. Mereka membagikan pengalaman sukses melalui IVF di Morula IVF Surabaya hingga kelahiran anak ketiga mereka.

Berbasis di National Hospital Surabaya, Annex Building lantai 5, Morula IVF menghadirkan layanan fertilitas unggulan yang menjangkau masyarakat Indonesia Timur. Acara ini juga menghadirkan para ahli kandungan dan fertilitas, termasuk dr Jimmy Yanuar Annas dan dr Benediktus Arifin, yang membahas isu infertilitas dan teknologi terbaru seperti Pre-Implantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A) dan Pre-Implantation Genetic Testing for Monogenic (PGT-M).

“Kami membantu mewujudkan keinginan mereka untuk menghadirkan buah hati yang ketiga yang lahir di Tahun Naga sesuai harapan Jessica dan Vincent,” ujar dr Benediktus Arifin MPH SpOG(K) FICS.

Teknologi mutakhir seperti PGT-A dan PGT-M memungkinkan dokter menyaring embrio terbaik untuk menghindari risiko penyakit genetik. Benny menambahkan, pasien asal Malang juga telah berhasil menjalani program dengan teknologi tersebut.

Sementara itu, dr Jimmy selaku kepala TRB Morula IVF Surabaya menegaskan bahwa klinik tersebut telah mengantongi akreditasi internasional dari Reproductive Technology Accreditation Committee (RTAC) dan memiliki tingkat keberhasilan hingga 75 persen dalam 12 tahun terakhir.

“Morula IVF Surabaya mempunyai success rate sebesar 75 persen dalam melayani pasien selama 12 tahun,” jelasnya.

Dr Arik Lisarja, Division Head of Operation Surabaya, menambahkan bahwa pasien dari Malang kini bisa lebih mudah mengakses layanan tanpa harus menginap, cukup dengan layanan antar jemput.

“Tinggal hubungi kami nanti akan dijemput. Seperti diketahui Morula menjadi rujukan pertama di Jatim,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan sejak dini. Sehingga, potensi keberhasilan untuk mendapatkan anak lebih besar jika tidak ada keterlambatan.

“Biasanya pasien terlambat baru mau screening konsultasi kandungan di umur 35 tahun lebih. Nah, ini sudah telat karena bisa turunkan angka keberhasilan,” tegas Arik.

Dengan tingkat keberhasilan tinggi dan jangkauan layanan yang semakin luas, Morula IVF Surabaya terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi mitra utama dalam perjuangan pasangan meraih dua garis merah. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com