Mengenal Arsenik, Racun Mematikan yang Membunuh Satu Keluarga di Magelang

bahaya racun arsenik
ilustrasi racun arsenik (ist)

Blok-a.com – Senyawa arsenik menjadi racun yang digunakan seorang pemuda asal Magelang untuk membunuh tiga anggota keluarganya sendiri. Lantas seberapa bahaya racun tersebut?

Kasus pembunuhan itu terjadi di Desa Prajenan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ketiganya tewas setelah meminum minuman yang telah dicampuri racun berjenis arsenik oleh pelaku.

Sama seperti racun sianida, racun arsenik merupakan racun yang mematikan. Jika racun tersebut masuk ke dalam tubuh, maka seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius.

Dilansir dari alodokter.com, berikut informasi mengenai racun arsenik yang perlu kalian pahami.

Pengertian Racun Arsenik

Arsenik merupakan senyawa kimia yang bisa terbuat secara alami (organik) maupun buatan (anorganik). Arsenik organik dihasilkan dalam kerak bumi, bisa ditemukan di dalam air, udara, dan tanah, termasuk pada berbagai jenis makanan seperti makanan laut, susu, dan daging.

Senyawa kimia ini sangat sulit untuk dideteksi keberadaannya lantaran tidak memiliki warna, bau, maupun rasa. Biasanya senyawa ini banyak dimanfaatkan untuk kegiatan pertambangan dan industri.

Faktor Keracunan Arsenik

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terpapar racun arsenik, di antaranya:

  • Minum air tanah yang tercemar racun arsenik
  • Mengonsumsi makanan dari hasil tanaman yang ditanam di tanah atau dialiri air yang tercemar racun arsenik
  • Merokok, terutama rokok dari tanaman tembakau yang tercemar racun arsenik
  • Menghirup udara yang tercemar racun arsenik, karena bekerja atau tinggal di lingkungan area pertambangan dan pabrik pengguna racun arsenik

Dalam beberapa kasus kriminal, racun arsenik buatan digunakan sebagai alat untuk membunuh atau untuk bunuh diri.

Bahaya Racun Arsenik bagi Kesehatan

Racun arsenik yang masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan dampak berbeda-beda, tergantung dosis dan jangka waktu paparannya.

Paparan arsenik dalam kadar yang sangat rendah mungkin tidak berdampak serius pada kesehatan. Namun, bila paparannya dalam jumlah sedang atau besar, dapat terjadi keracunan arsenik. Berikut adalah gejalanya:

  • Gangguan pencernaan, sepeti nyeri perut, mual, muntah, dan diare
  • Kram otot
  • Gangguan pada otak, seperti sakit kepala, kejang, delirium, dan koma
  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak teratur
  • Kesemutan di jari tangan dan kaki
  • Kulit merah dan bengkak
  • Urin berwarna gelap atau kehitaman
  • Napas dan urine beraroma bawang putih
  • Dehidrasi

Jika tidak segera mendapat pertolongan, keracunan arsenik dapat menyebabkan kematian. Pada ibu hamil, keracunan arsenik dapat menyebabkan bayi yang dikandungnya meninggal, atau lahir dalam keadaan cacat.

Pengobatan Keracunan Arsenik

Hingga saat ini, belum ditemukan obat untuk mengatasi keracunan arsenik. Upaya terbaik yang bisa dilakukan kepada seseorang yang keracunan arsenik adalah dengan menjauhkannya dari paparan arsenik.

Masa penyembuhan keracunan arsenik tergantung pada tingkat keparahan dan lamanya gejala yang dialami. Meski metode cuci darah (hemodialisis) bisa membuang arsenik dalam darah, prosedur ini hanya efektif jika arsenik belum terikat pada jaringan.

Selain itu, pasien bisa menjalani terapi khelasi dengan obat-obatan succimer atau dimercaprol. Terapi ini bertujuan untuk mengikat zat arsenik dalam darah agar bisa dibuang melalui urine.

Sisi Positif Racun Arsenik

Meskipun terolong sebagai salah satu racun yang mematikan, senyawa arsenik rupanya juga memiliki sisi positif, terutama manfaatnya dalam dunia medis.

Arsenik dalam dosis tertentu pernah digunakan mengobati beberapa penyakit, seperti psoriasis, sifilis, ulkus kulit, dan penyakit persendian. Bahkan senyawa tersebut bisa digunakan untuk membantu mengobati penyakit leukemia jenis tertentu.

(hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com