Jangan Diabaikan! Simak Tanda-tanda Tubuhmu Kecanduan Kopi

Ilustrasi kopi Foto: Pinterest

Blok-a.com – Kopi merupakan salah satu minuman yang paling populer di dunia, dan banyak orang menikmati segelas kopi untuk memberi energi dan semangat di pagi hari atau sepanjang hari.

Aroma harum dan rasa nikmat kopi memang menarik, namun perlu diingat bahwa kopi mengandung kafein, suatu zat psikoaktif yang dapat menyebabkan ketergantungan.

Kecanduan kopi adalah kondisi di mana seseorang menjadi tergantung pada kafein, dan ini bisa terjadi pada siapa saja yang mengonsumsi kopi secara berlebihan dan terus-menerus.

Apa itu Kecanduan Kopi?

Kecanduan kopi merupakan kondisi di mana seseorang mengalami ketergantungan fisik dan/atau psikologis terhadap kafein yang terdapat dalam kopi.

Kafein adalah stimulan yang dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf pusat, sehingga membuat seseorang merasa lebih waspada, bersemangat, dan penuh energi.

Namun, jika kafein dikonsumsi dalam jumlah berlebihan secara rutin, tubuh bisa menjadi terbiasa dan bergantung padanya, sehingga ketika kafein tidak tercukupi, gejala-gejala tertentu muncul.

Tanda – Tubuh Kecanduan kopi

Mengalami sakit kepala pada pagi hari

Jika merasakan kepala berdenyut-denyut begitu bangun dari tempat tidur, maka tubuh Anda mungkin sangat menginginkan secangkir kopi.

“Sakit kepala dapat menyerang 12 hingga 24 jam setelah secangkir kopi terakhir Anda.

Ini menjelaskan mengapa secangkir kopi di pagi hari begitu menggoda setelah berpantang di malam hari,” jelas Maggie Moon, Penasihat Merek Kesehatan & Kebugaran.

Saat tubuh menunggu asupan kafein, maka pembuluh darah akan melebar. Sehingga ini dapat mengiritasi ujung saraf yang memicu pusat rasa sakit di otak Anda. Akibatnya, kepala akan mulai berdebar.

Selain itu, saat bangun tidur, tubuh akan lebih dehidrasi karena telah menghabiskan waktu cukup lama tanpa minum cairan.

Tekanan darah turun


Saat melewatkan secangkir kopi pagi atau siang hari, Anda bisa mengalami detak jantung yang berdebar-debar atau lebih cepat.

Kopi adalah stimulan untuk meningkatkan tekanan darah. Makanya, ketika melewatkannya, muncul efek samping yang umum, yakni tekanan darah yang menurun.

Beberapa hal yang muncul seiring dengan tekanan darah yang turun yakni, pusing, kelelahan dan merasa lemah.

Mengalami kejang otot

Selanjutnya, Nandi mengatakan, konsumsi kopi yang berlebihan dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi yang pada akhirnya menyebabkan kejang otot, terutama pada betis, paha belakang, atau paha.

“Selain itu, Anda mungkin juga akan mengalami sindrom kaki gelisah yang menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada kaki, terutama di malam hari,” kata Ilyse Schapiro ahli diet terdaftar dan ahli nutrisi bersertifikat dengan kantor di Westchester County, New York.

Sensasi ini akan terasa seperti “ditusuk-tusuk”, dan akan bertambah parah saat beristirahat.

Sayangnya, berhenti minum kopi tidak akan menyelesaikan masalah. Ini karena berhenti minum kopi juga dapat menyebabkan kram otot.

Tidur Tidak Nyenyak

Kafein pada kopi bisa menurunkan kadar neurotransmitter seseorang, termasuk serotonin yang membuat kesulitan tidur.

Kalau sudah begini, jangan lagi abaikan tanda tubuh kecanduan kopi.

Tapi ketika Kamu menguranginya atau tidak minum sama sekali, jam tidur juga bisa berantakan.

Alasannya, mengurangi kopi tiba-tiba membuat tubuh kaget dan tidak terbiasa, sehingga perlu beberapa penyesuaian yang harus dilakukan.

Konsentrasi hilang

Konsumsi kopi memang membuat orang lebih mudah berkonsentrasi, namun apabila penghentian konsumsi secara tiba-tiba maka tubuh akan merespon dengan kesulitan dalam mengerjakan sesuatu dengan teliti.

Dikutip dari Healthline, tubuh yang sudah mengkonsumsi kafein menghasilkan efek di awal. Tapi jika dibiarkan terus-menerus itu tandanya anda sudah kecanduan dalam mengkonsumsi kopi.

Karena dengan hal tersebut menandakan anda membutuhkan konsumsi kopi untuk berkonsentrasi.

Mengatasi Kecanduan Kopi:

Jika Anda merasa memiliki tanda-tanda kecanduan kopi dan ingin mengurangi konsumsi kopi, ada beberapa tips yang bisa Anda coba:

Kurangi Secara Bertahap

Kurangi jumlah kopi yang Anda minum secara bertahap untuk menghindari gejala putus kafein yang terlalu kuat.

Gantilah dengan Alternatif Sehat

Cobalah menggantikan kopi dengan minuman lain yang tidak mengandung kafein, seperti teh herbal atau air putih.

Perhatikan Pola Tidur

Jaga pola tidur yang teratur dan hindari minum kopi menjelang waktu tidur.

Cari Dukungan

Berbicaralah dengan keluarga, teman, atau profesional kesehatan jika Anda kesulitan mengatasi kecanduan kopi.

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki toleransi kafein yang berbeda, dan sebagian orang mungkin lebih sensitif terhadap efeknya.

Pilihlah konsumsi kopi yang bijak dan seimbang agar tetap dapat menikmati manfaatnya tanpa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan Anda. (mid)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?