Dituntut Marah-marah, Begini Lho Efek Psikologis Karen’s Diner Pada Karyawannya

karen's diner restoran
Karen's Diner. (source: The Guardian)

Ketika karyawan mengatur atau menekan emosi mereka dengan imbalan upah, mereka dianggap melakukan kerja emosional. Namun, hal ini juga berlaku pada pekerja yang dipaksa untuk terus mengeluarkan emosi negatifnya.

Awal dicetuskannya konsep dari Karen’s Diner yang “nyeleneh” ini juga menimbulkan banyak pro dan kontra dari masyarakat lokal di Australia. Para pakar psikologis juga menentang adanya konsep Karen’s Diner.

Maryam Jameela, Psikolog yang tergabung dalam Himpunan Psikolog Malang, mengatakan bahwa marah merupakan mode pertahanan manusia. Hal tersebut tidak seharusnya menjadi perilaku yang ditampilkan dalam jangka panjang.

“Anger dan rude itu bukan mode normal manusia, itu mode pertahanan. Gimana kalau kamu switch mode pertahanan selama berhari-hari? Itu bakal berefek negatif juga,” ujarnya kepada blok-A.

Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Kim Chang Soo adalah seharusnya perusahaan menekankan pentingnya program manajemen stres untuk mengurangi hasil buruk dari kerja emosional, serta mengatasi perbendaharaan untuk memperkuat potensi pribadi yang sesuai dengan tujuan perusahaan.

Selain itu, meningkatkan kapasitas dan kompetensi karyawan dan mendorong kepribadian positif melalui modifikasi perilaku juga diperlukan.(mg1/lio)

Exit mobile version