RSUD dr Sayidiman Magetan Lengkapi Layanan Jantung dengan Holter ECG Monitoring

dr. Muzakky saat menjelaskan kegunaan alat holter jantung atau holter monitoring (foto: Blok-a.com/Ananda)
dr. Muzakky saat menjelaskan kegunaan alat holter jantung atau holter monitoring (foto: Blok-a.com/Ananda)

Magetan, Blok-a.com – RSUD dr Sayidiman Magetan terus memperkuat layanan kesehatan jantung dengan menghadirkan peralatan penunjang terbaru berupa Holter ECG Monitoring. Kehadiran alat tersebut melengkapi fasilitas pemeriksaan jantung yang sebelumnya telah dimiliki rumah sakit, yakni treadmill (stress test) dan echocardiography (echo).

Direktur RSUD dr Sayidiman Magetan dr Rochmad Santoso melalui Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Much. Muzakky Misbachul Firdaus, menjelaskan bahwa Holter ECG merupakan alat perekam aktivitas listrik jantung yang mampu memantau kondisi pasien secara terus-menerus selama minimal 24 jam.

Menurutnya, alat ini sangat bermanfaat untuk mendeteksi gangguan irama atau kelistrikan jantung yang sering kali tidak terdeteksi melalui rekam jantung biasa (EKG 12 lead), karena kelainan tersebut hanya muncul pada waktu-waktu tertentu.

“Sering kali pasien datang dengan keluhan berdebar, pusing, nyeri dada, keringat dingin, bahkan pingsan secara tiba-tiba. Saat diperiksa di rumah sakit, irama jantungnya sudah kembali normal sehingga penyebabnya sulit diketahui. Dengan Holter ECG, aktivitas listrik jantung dapat direkam selama 24 jam sehingga peluang menemukan penyebab keluhan menjadi jauh lebih besar,” jelasnya, Jumat (26/6/2026).

Ia menerangkan, alat tersebut bekerja dengan cara memasang beberapa elektroda di dada pasien yang kemudian dihubungkan dengan perangkat perekam berukuran kecil. Setelah pemasangan, pasien diperbolehkan pulang dan menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa, kecuali mandi atau aktivitas yang menyebabkan alat terkena air.

Selama menggunakan alat, pasien juga diminta mencatat waktu munculnya keluhan, seperti jantung berdebar, pusing, atau nyeri dada. Catatan tersebut akan dicocokkan dengan hasil rekaman Holter ECG sehingga dokter dapat mengetahui kondisi irama jantung pada saat keluhan terjadi.

“Kalau pasien mengalami keluhan saat alat terpasang, semuanya akan terekam. Dari situ bisa diketahui apakah gangguan kelistrikannya bersifat ringan atau justru berpotensi membahayakan hingga menyebabkan henti jantung mendadak,” terangnya.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar dokter untuk menentukan penanganan selanjutnya. Apabila gangguan masih dapat ditangani dengan obat, pasien akan menjalani terapi medis.

“Namun, jika ditemukan kelainan yang memerlukan tindakan lanjutan, seperti pemasangan alat pacu jantung atau ablasi, pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap, ”imbuhnya.

Selain memperkenalkan fasilitas baru tersebut, dr. zaky sapaan akrabnya juga mengungkapkan bahwa jumlah pasien penyakit jantung di RSUD dr Sayidiman Magetan masih tergolong tinggi. Di poli jantung, jumlah kunjungan setiap hari mencapai sekitar 80 hingga 100 pasien, sedangkan pasien rawat inap berkisar 15 hingga 20 orang per hari.

Maka dari itu, dengan hadirnya Holter ECG Monitoring ini untuk kedepannya diharapkan agar masyarakat dapat memperoleh layanan diagnosis gangguan irama jantung yang lebih akurat, cepat, dan nyaman tanpa harus menjalani rawat inap, sehingga penanganan penyakit jantung dapat dilakukan lebih dini dan tepat sasaran.

Sebagai informasi, untuk saat ini RSUD dr Sayidiman Magetan baru memiliki satu unit Holter ECG Monitoring. Namun tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penambahan apabila kebutuhan pelayanan masyarakat terus meningkat. (nan)

Exit mobile version