Kota Malang, blok-a.com – Terdapat 1 kasus Covid-19 di Malang Raya.
1 kasus itu ditemukan bukan warga atau ber-KTP Malang. 1 Kasus Covid-19 itu adalah warga negara asing yang kebetulan saat ini di Malang Raya.
Hal itu disampaikan Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan RSSA, Rezki Tantular pada hari Senin (18/12/2023) saat konferensi pers.
Selain warga negara asing itu, juga terdapat 3 orang ber-KTP Malang yang terindikasi aktif Covid-19. Hal itu tercatat pada 14 Desember 2023. Namun tiga orang itu tidak tinggal di Malang melainkan Jakarta dan Surabaya.
“Tiga orang KTPnya memang KTP Malang, tapi domisili dua orang di Jakarta dan satu orang di Surabaya,” terang Rezki.
Sementara Jawa Timur sendiri, dari data mingguan mencatat saat ini ada 119 kasus penularan dan 3 orang meninggal dengan komorbid.
Rezki menerangkan, varian COVID-19 yang saat ini sedang mengalami pelonjakan penularan adalah varian Omicron, yang gejalanya tercatat cukup ringan. “Varian yang dominan kurang lebih tetap sama, yaitu xbb atau Omicron. Itu masih akan bersirkulasi,” terangnya.
Saat ditanya mengapa akhir-akhir ini terjadi lonjakan, Rezki menerangkan bahwa fenomena ini tergolong wajar dan bukan fenomena baru. “Kalau melihat bulan April juga peningkatan tapi tidak ada yang meninggal. Sekarang ada yang meninggal, meski memang komorbid, jadi mungkin itu yang menjadi concern masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, karena gejala COVID-19 yang muncul beebrapa waktu yang lalu relatif ringan, maka masyarakat pun sedikit mengacuhkan pelonjakan penularannya. Namun, Rezki menerangkan bahwa sifat alami virus yang terus bermutasi masih harus diwaspadai.
Namun, untuk saat ini masyarakat diharapkan tidak perlu panik tapi tetap waspada. Adapun jika muncul gejala-gejala, RSSA siap mendampingi dalam pemeriksaan hingga penanganan.
“Kalau gejalanya ringan, tinggal isolasi mandiri saja tiga sampai lima hari. Beda ya, dari yang dulunya 14 hari sekarang tiga sampai lima hari saja. Juga diobati secara simptomatik atau pengobatan berdasar gejala, kalau batuk ya minum obat batuk, kalau demam ya obat penurun demam,” terang Rezki. (mg1/bob)









