Kota Malang, blok-A.com – Sepanjang tahun 2022, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang berhasil memulihkan sebagian kerugian negara. Kerugian ini berasal dari pengingkaran tanggung jawab oleh pihak kedua dalam perjanjian dengan pihak pertama yaitu instansi atau lembaga milik pemerintah.
Pemulihan itu didominasi atas perkara perjanjian yang tidak terselesaikan dengan baik. Dalam hal terebut, Kejari Kota Malang menjadi penengah dan penyedia ruang untuk kedua belah pihak bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.
Kepala Kejari Kota Malang Zuhandi melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Kota Malang, Achmad Fauzan mengatakan total ada sebanyak 43 pemulihan yang dilakukan. Dari total 67 Surat Kuasa Khusus (SKK) yang diterima oleh Kejari Kota Malang dari institusi atau lembaga terkait.
“Jadi, kami memberikan mediasi kepada pihak kedua dan pihak pertama. Nantinya, kami yang membantu melakukan penyelesaian hukum, mulai dari tahapan somasi, mediasi hingga eksekusi,” ujarnya ke awak media Jumat (22/7/2022).
Ada enam lembaga yang bekerjasama dan memberikan SKK kepada Kejari Kota Malang. Yaitu PT KAI, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Polinema, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang, Pemkot Malang dan BPJS Kesehatan Malang.
Dari enam lembaga tersebut, dua diantaranya memberikan SKK sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam proses gugatan. Yaitu Pemkot Malang dan RSSA Malang.
Dari pemulihan yang dilakukan oleh petugas Kejari Kota Malang, sebanyak Rp 146.899.844 berhasil dipulihkan. Dan jumlah itu masih akan terus bertambah, karena ada beberapa proses pemulihan yang dilakukan dengan sistem termin (cicil).
“Memang ada yang sepakat untuk melakukan termin, dan ada yang sudah selesai sepenuhnya. Jumlah ini merupakan gabungan sejak Januari hingga Juli 2022 ini,” tambahnya.
Sementara untuk jumlah di tahun 2021, sebanyak Rp 885.578.855 berhasil dipulihkan.
“Dan saat ini, Kejari Kota Malang juga fokus untuk mengembangkan beebagai kegiatan kemasyarakatan. Seperti Jaksa Masuk Pasar, Sosialisasi Hukum dan Jaksa Masuk Sekolah,” tandasnya. (bob)




