Ade Armando Siap Diperiksa Polisi tapi Takut Pergi Ke Malang

Ade Armando Polisi
Ade Armando (ist.)

blok-A.com – Ade Armando siap untuk diperiksa polisi, namun takut untuk datang ke Malang, Jum’at (14/10/2022).

Sebelumnya, Aremania melaporkan dosen Universitas Indonesia itu ke polisi berkat pernyataan kontroversialnya terkait Tragedi Kanjuruhan.
Ia mengatakan “suporter sok jago” kepada Aremania yang turun ke lapangan, saat usainya pertandingan Arema FC Vs Persebaya.

Menurut Ade, tidak ada yang bisa memastikan keamanannya jika pergi ke Malang. Ia lebih memilih Zoom, untuk diperiksa aparat kepolisian terkait pernyataannya tersebut.

“Kalau saya akan diperiksa, saya memilih jarak jauh aja. Mungkin pakai Zoom kali ya. Kalau saya harus ke Malang saya nggak berani sekarang,” ucap Ade Armando saat dihubungi, Rabu (12/10/2022).

Ade Armando khawatir akan keselamatannya jika dia pergi ke Malang. Jadi dia meminta agar pemeriksaan dilakukan secara daring.

“(Alasan) keamanan. Saya nggak tahulah seberapa berisikonya. Daripada terjadi apa-apa, saya memilih pemeriksaan jarak jauh saja,” kata Ade.

Ia mengakui menyebut sebagian Aremania sok jagoan dalam video yang diuggah di akun YouTube COKRO TV. Pernyataan itu ia sematkan kepada suporter yang turun ke lapangan sesuai laga selesai.

“Ketika dikatakan saya menghina Aremania, kalau nonton videonya yang lengkap, di awal saya bilang, sebagian dari Aremania. Saya tidak menganggap semua Aremania sama. Kan yang turun cuma berapa ratus sih? Misalnya gitu. Kan yang sok jago itu yang ratusan itu. Kenapa saya bilang sok jago, mereka melanggar aturan dengan semena-mena. Menurut saya, dan ketika kemudian disuruh keluar oleh polisi, masih terus berdatangan. Jadi diusir, balik lagi, diusir balik lagi,” kata Ade.

Ade Dipolisikan Oleh Aremania

Salah satu koordinator komunitas Aremania DC Danny Agung Prasetyo melaporkan Ade Armando ke polisi. Laporan itu dibuat karena Ade Armando dinilai telah menghina Aremania karana menyebut Aremania seperti preman dan bersikap jagoan di Tragedi Kanjuruhan.

Danny merasa tersinggung oleh ucapan Ade Armando. Ia memutuskan melaporkan Ade Armando ke Polresta Malang Kota.

“Klien kami melaporkan hal tersebut (pernyataan dari Ade Armando). Ini menyangkut soal ITE. Seakan-akan dia mendiskreditkan Aremania ini sok jagoan dan sebagainya,” ujar kuasa hukum Danny, Azam Khan, saat diwawancarai awak media, Selasa (11/10).

Azam menyayangkan pernyataan Ade Armando terkait Tragedi Kanjuruhan itu. Sebab, pernyataan itu dilontarkan Ade dengan mudah, tanpa memandang ratusan nyawa yang melayang akibat peristiwa 1 Oktober 2022.

Track Record Ade Armando, Pernah Jadi Tersangka UU ITE

Pada awal bulan 2017, Ade Armando pernah tersandung kasus soal status FB yang dinilai kontroversial.

Dari data yang dihimpun oleh blok-A.com, kasus tersebut membuat dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia itu, pernah dijadikan tersangka Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan hal ini.

“Iya dia tersangka,” kata Argo saat dikonfirmasi, Rabu (25/1/2017).

Kasus tersebut berawal saat dirinya menulis sebuah status “Allah Bukan Orang Arab” di akun Facebook pada Mei 2015 lalu.

“Itu status di FB saya 20 Mei 2015 itu saya mengatakan Tuhan bukan orang Arab, Tuhan pasti senang kalau ayat-ayatnya dibaca dengan langgam Minang, Sumatera, dan seterusnya,” kata Ade saat menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya pada Juni 2016 silam.

Lalu, pada Januari 2018, dia dilaporkan Majelis Taklim Nahdlatul Fatah karena postingan Facebooknya dianggap menghina agama. Padahal di postingan itu, dia mengingatkan pembaca bahwa tidak semua hadis layak dijadikan hukum.

“Ada banyak hadis yang sebenarnya palsu, dibuat-buat atau tidak jelas konteksnya,” katanya.

Dia menggunakan contoh hadis yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad menganjurkan umat Islam minum kencing unta. Padahal jelas-jelas WHO sendiri memperingatkan minum kencing unta itu beresiko membahayakan kesehatan. “Jadi itu konteksnya,” lanjut Ade.
(rco)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com