Gresik, blok-a.com – Operasi Patuh Semeru 2025 resmi berakhir. Selama dua pekan pelaksanaan yang dimulai sejak 14 Juli hingga 27 Juli 2025, Satlantas Polres Gresik mencatat hasil cukup mengejutkan. Sebanyak 12.378 pelanggaran lalu lintas berhasil ditindak dalam operasi tahunan tersebut.
Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Rizki Julianda Putera Buna mengatakan, operasi tidak hanya fokus pada penindakan, tapi juga edukasi kepada pengendara.
“Semoga dengan selesainya Operasi Patuh Semeru 2025, kesadaran berlalu lintas masyarakat Kabupaten Gresik semakin baik,” kata AKP Rizki, Senin (28/7/2025).
Penindakan dilakukan melalui tiga metode. Penindakan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis mencatat 775 pelanggaran. ETLE mobile 1.080 pelanggaran, dan tilang manual tercatat paling tinggi dengan 1.754 pelanggaran.
Selain itu, petugas juga memberikan 8.769 teguran sebagai bentuk edukatif agar pengendara lebih sadar dan tertib di jalan raya.
Dari total data, pelanggaran terbanyak didominasi pengendara sepeda motor, yaitu sebanyak 11.547 kasus. Disusul kendaraan minibus 387 kasus, truk 316 kasus, dan mobil penumpang 67 kasus.
Jenis pelanggaran yang paling sering dilakukan adalah tidak mengenakan helm sesuai Pasal 291, dengan 6.786 kasus. Disusul pelanggaran rambu lalu lintas (Pasal 287) sebanyak 4.671 kasus, serta tidak mengenakan sabuk pengaman (Pasal 289) sebanyak 94 kasus.
Sementara itu, truk menjadi sorotan tersendiri. Dari 316 pelanggaran, mayoritas melanggar jam operasional sebanyak 264 kasus. Selain itu, ada pula pelanggaran terkait pemuatan barang, seperti tidak menutup muatan dengan terpal (Pasal 307) sebanyak 25 kasus.
AKP Rizki menegaskan bahwa penegakan hukum di jalan bukan sekadar upaya menindak, melainkan menanamkan kedisiplinan dan keselamatan berlalu lintas.
“Penindakan ini bukan semata-mata untuk memberi efek jera, melainkan sebagai bentuk edukasi dan pengingat akan pentingnya keselamatan di jalan,” tegasnya.
Kasatlantas Polres Gresik berharap, melalui operasi ini, budaya tertib berlalu lintas semakin mengakar di masyarakat dan mampu mewujudkan target zero accident di wilayah Gresik.(ivn/lio)









