Tips Membeli Tiket Presale Konser yang Aman dari Mantan Pentolan EO

konser malang
Ilustrasi konser.(Unsplash)

Kota Malang, blok-a.com – Pecinta musik di Kota Malang beberapa kali telah dikecewakan oleh batalnya konser yang menampilkan jajaran musisi favorit mereka.

Mayoritas mereka sudah terlanjur membeli tiket presale, namun berujung konser dibatalkan.

Yang terbaru adalah batalnya Mafest Vol. 3 yang hingga saat ini masih mengemban polemik soal pengembalian dana atau refund tiket.

Lalu, sebenarnya adakah cara aman untuk mendeteksi pertunjukan-pertunjukan mana yang ‘aman’ untuk dibeli tiket presalenya?

Widhi Sutrisno, seorang mantan praktisi event organizer kelas kampus yang kini sudah pensiun dan beralih menjadi ‘penikmat saja’ membagikan pengalamannya dari pertunjukan-pertunjukan yang pernah ia jalankan dan saksikan.

Ia mengatakan sebenarnya ada beberapa cara agar kita bisa tahu apakah pertunjukan itu ‘aman’ untuk dibeli tiket presalenya atau tidak.

“Yang pasti setelah beli tiket harus ada group WhatsApp para pembeli, untuk saling bertukar informasi antara pembeli dan pelaksana event,” terangnya.

Widhi mengatakan group tersebut bisa menjadi cara memantau apakah penyelenggara serius atau tidak melaksanakan pertunjukan.

Salah satunya adalah dengan berbagi informasi tentang kesepakatan pelaksana dengan berbagai pihak pendukung.

“Event-event yang bagus, yang kelas atas, biasanya dibagikan MoU dengan pihak pendukung. Mulai dari MoU dengan artis, venue, vendor juga. Perijinan acara yang menerangkan acara bisa terlaksana pun biasanya dibagikan di grup itu, jadi kita pembeli tiket tahu ‘oh, event ini beneran berjalan’,” terangnya.

Tips kedua adalah memastikan track record penyelenggara. Apakah event-event mereka terdahulu selalu terlaksana lancar, dan apabila gagal terlaksana bagaimana proses refund tiketnya.

“Seperti EO yang menggarap Bring Me The Horizon kemarin, kan eventnya gagal. Tapi proses refund lancar, jadi track record-nya tetap bagus. Jangan malah milih event yang ada instagramnya tapi tidak ada contact person-nya,” kata pria kelahiran Jombang ini.

Yang terakhir, jika para penikmat musik ingin event yang aman-aman saja, Widhi menyarankan untuk memilih event yang diselenggarakan di kampus. Lantaran memiliki tingkat risiko gagal paling kecil.

“Event-event kampus itu kecil resiko batal atau gagal, karena sudah pasti direstui pihak kampus jadi lebih aman untuk pembeli tiket,” tandasnya.(art/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?