Lagi Populer, Komunitas Olahraga Padel di Kota Malang Mulai Bermunculan

Komunitas uno yang menggemari olahraga padel di Kota Malang (istimewa)
Komunitas uno yang menggemari olahraga padel di Kota Malang (istimewa)

Kota Malang, blok-a.com – Olahraga padel kini mulai diminati masyarakat Kota Malang. Seiring menjamurnya lapangan padel, antusiasme warga pun terus tumbuh. Salah satu komunitas padel yang aktif adalah Uno Padel, yang kini memiliki 163 anggota, dengan sekitar 60 di antaranya aktif bermain.

Sebagai informasi, padel adalah olahraga raket yang menggabungkan unsur tenis, skuas, dan pingpong. Permainan ini dimainkan secara ganda di lapangan berdinding kaca berukuran sepertiga lapangan tenis. Bola dan sistem skor mirip tenis, namun bola dipantulkan ke dinding seperti dalam permainan skuas, dan digunakan raket solid tanpa senar.

Olahraga ini ditemukan oleh Enrique Corcuera di Meksiko pada 1969, dan kini populer di Spanyol, Argentina, serta mulai menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Di Kota Malang, Uno Padel menjadi salah satu pionir dalam memperkenalkan olahraga ini. Didirikan sejak akhir Februari 2025, komunitas ini aktif menyelenggarakan latihan dan fun games.

“Perkembangannya cukup pesat. Kami bisa dibilang yang pertama dan yang mempercepat perluasan padel di Malang,” ujar Wira Panca, Owner Uno Sports Group sekaligus pelatih Uno Padel.

Menurut Wira, padel sangat cocok untuk pemula karena mudah dipelajari dan menyenangkan. Ia menyebut padel sebagai salah satu olahraga dengan pertumbuhan tercepat di dunia. “Lapangan hampir selalu full booked. Ini salah satu olahraga paling cepat berkembang saat ini,” ungkapnya.

Uno Padel menyediakan dua skema latihan, yakni coaching by booking dan fun game reguler setiap Rabu, Jumat, dan Minggu pukul 18.00–21.00 WIB. Biaya bermain berkisar mulai Rp 100 ribu per orang, sudah termasuk lapangan, raket, dan bola.

Terkait anggapan padel sebagai olahraga mahal, Wira menyebut hal itu relatif. “Kalau sendiri tentu mahal, tapi lewat komunitas bisa lebih terjangkau. Ini juga alasan kami membentuk komunitas,” jelasnya.

Salah satu anggota Uno Padel, Raisya Amalia, mengaku jatuh cinta sejak pertama kali mencoba. Ia penasaran mengapa padel baru populer di Indonesia meski telah eksis selama lebih dari 60 tahun.

“Padahal seru banget dan candu. Aku punya basic tenis, dan merasa belajar tenis itu sulit. Tapi padel justru bikin nagih. Baru main lima kali aja udah kerasa asyiknya,” ujar Raisya.

Selain olahraga, Raisya juga merasa padel memperluas jaringan pertemanannya. “Permainannya berempat, jadi nambah teman gampang. Circle-nya lebih luas dan mainnya lebih fun,” tuturnya.

Raisya berharap olahraga ini makin berkembang di Malang, termasuk hadirnya lebih banyak lapangan dan turnamen. “Kalau makin banyak turnamen, masa hidup olahraga ini makin panjang,” pungkasnya. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com