Penting! Begini Ketentuan Pembagian Daging Kurban yang Wajib Dipahami

Ilustrasi: pembagian daging kurban
Ilustrasi: pembagian daging kurban

Blok-a.comHari Raya Idul Adha 1444 Hijriyah jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023. Idul Adha identik dengan prosesi penyembelihan hewan kurban. Di mana dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat di sekitar wilayah penyembelihan.

Umumnya, daging kurban akan dibagi menjadi tiga bagian. Masing-masing untuk orang yang berkurban dan keluarganya, fakir miskin, dan menjadi sedekah bagi orang-orang yang membutuhkan.

Supaya lebih jelas, kali ini Blok-a.com akan memberikan informasi terkait ketentuan pembagian daging kurban yang wajib dipahami.

Ketentuan Pembagian Daging bagi yang Berkurban

Hukum Pembagian Daging Kurban

Dikutip dari NU Online, para ulama bersepakat membagi ibadah kurban menjadi dua jenis, yaitu ibadah kurban yang dinazarkan (wajib) dan ibadah kurban yang tidak dinazarkan (sunah).

Menurut ketentuan yang ada, orang yang berkurban nazar tidak boleh mengambil bagian daging kurban sedikit pun. Sementara bagi yang berkurban sunah, berhak memakan maksimal sepertiga bagian dari hewan yang dikurbankan.

Lalu bagaimana hukum dilarangnya memakan daging kurban bagi yang niatnya nazar?

Menurut Imam Syafi’I, asal kurban hukumnya adalah sunah muakad dan yang berkurban diperbolehkan memakan sebagian daging, baik bagi dirinya ataupun keluarganya.

Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu menjelaskan, “Ulama Syafi’iyyah berpendapat kurban wajib yang dinazarkan atau ditentukan dengan ucapan seseorang misalnya, ‘hewan ini jadi kurban’ atau ‘aku jadikan hewan ini sebagai kurban,’ maka orang yang berkurban dan orang yang dalam tanggungannya tidak diperbolehkan makan dagingnya, dia wajib menyedekahkan semua daging kurban tersebut.”

Diberikan dalam Keadaan Segar

Daging kurban yang diberikan harus dalam bentuk daging mentah dan segar. Apalagi bagian yang akan disedekahkan kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan.

Hal ini sesuai dengan keterangan KH Afifuddin Muhajir, dalam Fathul Mujibil Qarib.

“Orang yang berkurban wajib (memberi makan) dari sebagian hewan kurban sunnah (kepada orang fakir dan miskin) dengan jalan penyedekahan dagingnya yang masih segar. Menjadikan dagingnya sebagai makanan yang dimasak dan mengundang orang-orang fakir agar mereka menyantapnya tidak memadai sebagai ibadah kurban. Yang utama adalah menyedekahkan semua daging kurban kecuali sesuap, dua suap, atau beberapa suap”

Penyimpanan Daging Kurban

Bagian daging kurban yang sudah dipillih bisa diawetkan, dikeringkan, atau disimpan, sehingga bisa didistribusikan kepada orang yang membutuhkan.

Hal ini sesuai ddengan Hadist Riwayat Bukhari:

Diceritakan Salama bin Al-Aqua, Rasulullah SAW mengatakan: “Siapa saja yang menyembelih hewan kurban tidak seharusnya menyimpan daging setelah tiga hari. Ketika sampai di tahun berikutnya, orang-orang bertanya, “Ya Rasulullah SAW haruskah kita lakukan seperti tahun kemarin?” Rasulullah SAW berkata, “Makanlah, berikan kepada yang membutuhkan, dan simpanlah di tahun itu untuk mereka yang mengalami kesulitan dan ingin kamu tolong.” (HR Bukhari)

Hal-hal yang Wajib Diperhatikan Saat Pembagian

Pembagian daging kurban juga harus memperhatikan beberapa hal, antara lain:

  • Dapat dilakukan hingga hari tasyrik, yakni 11, 12, 13 Zulhijah atau 3 hari setelah penyembelihan. Syarat utamanya, tetap harus mengutamakan kepentingan umat.
  • Proses pembagian hewan kurban sebaiknya dilakukan di tempat terbuka. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko antrean panjang yang bisa menyebabkan timbulnya kerumunan atau bencanayang tidak diinginkan.
  • Pembagian dilakukan secara langsung kepada penerima, agar bisa segera dimanfaatkan. Dalam hal ini adalah dikonsumsi sebagai hidangan matang.
  • Prosedur pembagian sebaiknya tidak menyusahkan, baik bagi penerima maupun panitia penyembelihan . Panitia kurban diminta untuk membagikan daging dengan mendatangi rumah para penerima.
  • Panitia kurban diperbolehkan mendapat daging kurban. Panitia kurban juga dianggap sebagai wakil dari orang yang berkurban.

Demikian, ketentuan pembagian daging kurban yang wajib kita dipahami. Semoga bermanfaat. (int2/gni)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?