Blok-a.com – Bulan Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi dan mengatur keuangan rumah tangga.
Dosen Manajemen Keuangan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed, Dr. Rio Dhani Laksana menjelaskan bahwa banyak orang mengira pengeluaran selama Ramadan akan lebih hemat, namun kenyataannya seringkali kita menghabiskan lebih banyak uang untuk kegiatan berbuka puasa serta persiapan menyambut Lebaran. Hal ini dapat terjadi jika kita kurang cermat dalam mengatur keuangan selama bulan Ramadan.
Namun, sering kali pengeluaran meningkat jelang Lebaran yang dapat mengancam stabilitas tabungan.
Lantas bagaimana cara untuk memastikan finansial aman selama Lebaran 2024?
Tentukan Prioritas Keuangan
Langkah awal dalam mengatur keuangan untuk merayakan Lebaran adalah menetapkan prioritas pengeluaran.
Identifikasi hal-hal yang benar-benar diperlukan seperti budget khusus untuk zakat, infak, sedekah, serta biaya mudik atau silaturahmi.
Fokuskan anggaran pada kebutuhan yang penting dan hindari pengeluaran yang tidak perlu agar dapat mengelola keuangan dengan lebih efisien.
Menyusun Rencana Anggaran
Sebelum menerima Tunjangan Hari Raya (THR), penting untuk merencanakan pengeluaran yang akan dilakukan dengan uang tersebut.
Selain kebutuhan prioritas selama Lebaran, jangan lupa alokasikan dana untuk pakaian baru, makanan khas Lebaran, serta kebutuhan-kebutuhan lainnya.
Jika memungkinkan, sebaiknya Anda membuat rekening khusus untuk dana Lebaran.
Belanja dengan Cermat
Saat berbelanja kebutuhan Lebaran, penting untuk berbelanja dengan bijak.
Manfaatkan promo dan diskon yang sering ditawarkan oleh toko-toko menjelang Lebaran.
Bandingkan harga dari beberapa toko untuk mendapatkan harga terbaik.
Hindari tergoda untuk membeli barang yang tidak masuk dalam daftar prioritas belanja hanya karena sedang diskon.
Membatasi Jumlah Amplop Lebaran
Tradisi memberikan amplop Lebaran atau THR kepada keluarga dan kerabat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran.
Namun, penting untuk bersikap realistis dalam menentukan jumlah dan isi amplop tersebut.
Sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda dan ingatlah bahwa tidak perlu berlebihan.
Yang terpenting adalah keikhlasan dalam memberi, bukan nominal uang yang diberikan.
Menabung
Pengeluaran konsumtif sering meningkat selama Lebaran, namun penting untuk tidak melupakan penyisihan dana untuk tabungan dan investasi.
Hal ini dapat membantu mengendalikan pengeluaran berlebihan selama Lebaran.
Dengan membatasi pengeluaran, diharapkan dapat menyisihkan uang untuk mengisi kembali tabungan yang digunakan saat Lebaran.
Ingatlah bahwa menyisihkan uang untuk ditabung harus menjadi prioritas, bukan menunggu jika ada sisa pengeluaran.
Evaluasi Anggaran
Sebaiknya, hitung total pengeluaran selama Lebaran saat ini untuk membuat perkiraan kebutuhan Lebaran tahun depan. Perkiraan tersebut dapat dihitung dengan menambahkan 5 sampai 10 persen dari total budget Lebaran tahun ini.
Lebih baik lagi jika Anda dapat menabung sebagian dari THR sebagai dana darurat. (mg4/lio)
Penulis: Amelia Puspa Ningrum (Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura)









