Blok-a.com – Di tengah popularitas Jumbo yang sedang ramai dibicarakan, sejumlah film animasi Indonesia lainnya juga telah mencatat pencapaian di tingkat internasional. Beberapa di antaranya bahkan ada yang meraih penghargaan di festival film bergengsi dunia.
Seperti diketahui, film Jumbo belakangan ini menarik perhatian di dunia perfilman. Hingga hari ke-19 penayangan sejak dirilis pada 31 Maret 2025, film ini telah ditonton lebih dari 5 juta penonton.
Capaian tersebut menjadikan Jumbo sebagai film animasi terlaris di Asia Tenggara sekaligus masuk dalam daftar 10 besar film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Namun, Jumbo bukanlah film animasi Indonesia pertama yang mencuri perhatian. Sebelumnya, sudah ada sejumlah film animasi karya anak bangsa yang dikenal luas, bahkan hingga ke tingkat internasional.
Berikut deretan film animasi asal Indonesia selain Jumbo.
Adit Sopo Jarwo: The Movie
Adit Sopo Jarwo: The Movie merupakan film animasi 3D asal Indonesia yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan Eki N.F., serta diproduksi oleh Manoj Punjabi melalui MD Pictures dan MD Animation.
Film ini dirilis perdana pada 30 April 2021 di Disney+ Hotstar dan merupakan adaptasi dari serial animasi berjudul Adit Sopo Jarwo yang telah populer sejak tahun 2014.
Adit Sopo Jarwo the Movie mengisahkan pertemuan pertama Adit, Sopo, dan Jarwo. Cerita bermula saat Adit dan keluarganya bepergian ke Yogyakarta dengan kereta api. Saat berhenti di Stasiun Cirebon, Adit turun untuk membeli camilan, namun keretanya sudah berangkat sebelum ia kembali.
Dalam kebingungan, Adit bertemu Jarwo, yang merasa iba dan menawarkan bantuan. Meski awalnya ragu, Adit melihat bahwa Jarwo berniat baik. Sementara itu, Sopo, seorang porter kereta api, mencurigai Jarwo dan memutuskan ikut mendampingi mereka untuk memastikan Adit kembali ke orang tuanya dengan selamat.
Si Juki the Movie: Harta Pulau Monyet
Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet merupakan lanjutan dari film Si Juki The Movie (2017) yang tayang pada tahun 27 Juni 2024 lalu.
Film animasi ini diadaptasi dari komik populer Si Juki karya Faza Meonk, yang juga terlibat langsung sebagai sutradara sekaligus pengisi suara tokoh utama Si Juki. Proyek ini diproduksi oleh Falcon Pictures dengan Frederica sebagai produser.
Sinopsis film ini mengisahkan Juki yang tengah mengalami krisis keuangan hingga menemukan peta harta karun peninggalan nenek moyangnya. Bersama Babeh, Emak, dan Profesor Juned, ia memulai petualangan ke sebuah pulau misterius, didampingi Susi, seorang pemburu harta karun.
Dalam perjalanannya, mereka harus menghadapi bajak laut Kapten Badai, pasukan Panglima Monyet, serta kutukan misterius yang mengancam keselamatan dan keberhasilan misi mereka.
The Battle of Surabaya
The Battle of Surabaya merupakan film animasi 2D bergenre drama, aksi, dan sejarah yang disutradarai oleh Aryanto Yuniawan dan diproduksi oleh M. Suyanto di bawah naungan MSV Pictures.
Berlatar pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, film ini mengisahkan Musa, remaja penyemir sepatu yang ditugaskan mengantarkan surat perdamaian di tengah situasi perang. Dalam perjalanannya, ia menghadapi berbagai rintangan yang menguji keberanian dan semangat juangnya.
The Battle of Surabaya meraih lebih dari 20 penghargaan internasional, salah satunya kategori Best Animation, Hollywood International Motion Pictures Film Festival 2018.
Hikayat Ajisaka
Hikayat Ajisaka adalah film animasi pendek yang diangkat dari mitologi pewayangan nusantara. Disutradarai dan ditulis oleh M. Suyanto, kreator The Battle of Surabaya, film ini merupakan produksi MVS Studio dan Universitas Amikom Yogyakarta.
Film ini mengisahkan Ajisaka, seorang ksatria nusantara yang merantau ke negeri Majeti dan kembali ke Medang Kamulan untuk melawan Prabu Dewata Cengkar, raksasa kejam pemakan manusia. Ajisaka juga dikenal sebagai tokoh pencipta aksara Jawa atau huruf Ha-Na-Ca-Ra-Ka.
Dengan durasi 30 menit 24 detik, Hikayat Ajisaka berperan sebagai prolog dari film panjang Ajisaka: The King and The Flower of Life.
Dilansir dari Instagram @amikomjogja, film ini telah mendapat enam penghargaan internasional dari beberapa negara, salah satunya Pemenang Festival Film Pendek Tokyo 2023
Nussa: The Movie (2021)
Nussa merupakan film animasi panjang pertama yang diproduksi oleh Visinema bersama studio animasi asal Jakarta, The Little Giantz.
Disutradarai oleh Bony Wirasmono, film ini tayang perdana pada 14 Oktober 2021. Sebelumnya, Nussa dikenal sebagai serial animasi populer di YouTube dan televisi.
Film ini mengisahkan Nussa, siswa yang sering menjadi juara dalam kompetisi sains di sekolahnya. Ketika Joni, murid baru yang cerdas, muncul sebagai pesaing kuat, Nussa mulai meragukan kemampuannya sendiri. Dalam proses ini, ia mendapat dukungan dari Abbah, sosok ayah penyayang. (hen)









