Gresik, blok-a.com – Suasana malam di Kampung Kemasan, Gresik, terasa berbeda sejak dibukanya pameran seni rupa bertajuk Pomah di Galeri Loteng Sualoka Hub, Jalan Nyai Ageng Arem-Arem Gg.3 No.20, Kelurahan Pekelingan. Gang sempit yang biasanya lengang, kini dipadati oleh pengunjung dari berbagai kota seperti Sidoarjo, Mojokerto, hingga Pasuruan.
Pomah, yang berarti rumah dalam bahasa Jawa, merupakan pameran yang diselenggarakan oleh Gerakan Seni Rupa Gresik (Gasrug) untuk menandai satu dekade perjalanan kolektif mereka.
Tidak hanya menyuguhkan karya visual, Pomah menjadi ruang pulang bagi para perupa yang telah membawa nama Gresik ke berbagai panggung seni di luar daerah.
Sebanyak 18 perupa yang tergabung dalam Gasrug ambil bagian dalam pameran ini, di antaranya Aam Artbrow, Aly Waffa, Aris Daboel, A. Feri, Didik Triyoko, Joko Iwan, Kak Komang, Mujib Darjo, Mufid, Riyanto, Rachmad Basuki, Rezzo Masduki, Yoni, Sahlul Fahmi, Subeki, Sugihartono, Loyong Budi, dan Dimas Prayogo. Karya-karya mereka tak sekadar enak dipandang, namun juga menyentuh dimensi pemikiran dan perasaan.
“Gasrug tidak lagi hadir menyoal kealpaan pameran. Lebih dari itu, menarik mata dari luar kota untuk melihat Gresik sebagai wilayah yang bertumbuh dalam semestanya,” kata Dewi Musdalifah, penulis pameran yang juga dikenal sebagai sastrawan dan pengajar.
Dalam pembukaan pameran, Aris Daboel, salah satu anggota senior Gasrug, mengungkapkan bahwa Pomah menjadi momen penting bagi para perupa untuk kembali ke akar.
“Setelah kemarin berpameran di luar Gresik, di usia 10 tahun ini kami pulang ke rumah. Karena senyaman-nyamannya tempat, adalah rumah itu sendiri,” ujarnya.
Pameran ini berlangsung dari 26 April hingga 26 Mei 2025. Selama satu bulan penuh, Pomah bukan hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga ruang temu gagasan, di mana pengunjung diajak menyelami bentuk dan warna dalam dimensi yang lebih dalam.
Pomah bukan sekadar nostalgia. Pameran ini menjadi pernyataan bahwa di tengah geliat industri, Gresik tetap menyisakan ruang bagi seni rupa untuk tumbuh dan pulang.(ivn/lio)









