Pelari di Kota Malang Lari Sampai Sahur, Trend Baru Jelang Mantra116

Pelari Malam yang menyusuri Jalan Kayutangan Heritage Kota Malang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Pelari Malam yang menyusuri Jalan Kayutangan Heritage Kota Malang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Di tengah gemerlap malam dan riuhnya keramaian muda-mudi di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, tampak pemandangan tak biasa pada Minggu (16/3/2025) dini hari. Sekelompok pelari, dengan napas terengah dan semangat membara, menembus dinginnya udara malam di Kota Malang.

Mereka adalah komunitas lari yang tengah mempersiapkan diri mengikuti ajang ultra trail running Mantra116, sebuah lomba lari lintas alam ekstrem yang melintasi Gunung Arjuno-Welirang, digelar oleh Malang Trail Runners.

Yang membuat unik, persiapan mereka dilakukan saat kebanyakan orang sudah terlelap. Para pelari ini memulai lari sejak pukul 22.00 WIB dan terus berlari hingga mendekati waktu sahur. Dari kecepatan santai hingga lari cepat, langkah-langkah mereka mewarnai jalanan kota yang masih dipadati lalu lintas malam.

Rute yang mereka pilih tak sembarangan. Kayutangan Heritage dipilih sebagai lintasan utama sebelum para pelari menyelesaikan latihan di titik finis di Jalan Kertanegara. Di sana, suasana terasa akrab. Para peserta tampak bersantai, bercengkerama, hingga berfoto bersama setelah menyelesaikan lari.

Race Director Mantra116, Ivan, menjelaskan bahwa latihan malam ini merupakan bagian dari rangkaian program bertajuk Sahur Loop. Program ini adalah salah satu kegiatan Road to Mantra116 yang rutin diadakan menjelang event utama.

“Sebenarnya ini adalah sebuah acara, ini namanya Sahur Loop ya. Jadi kita nge-loop dari jam 10 malam sampai jam setengah tiga. Jadi banyak-banyakan kilometer. Nah Sahur Loop ini merupakan salah satu program dari Road to Mantra116,” ujar Ivan.

Mantra116 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 4-6 Juli 2025, dan telah menjadi agenda tahunan komunitas lari lintas alam Malang. Namun, menurut Ivan, Sahur Loop bukan semata-mata latihan fisik.

“Jadi kegiatan ini hanya sebagai road to Mantra116. Jadi sama anak-anak biar persaudaraannya semakin erat saja. Ini acaranya free semua. Dapat makan juga,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun antusiasme di kalangan pelari sekaligus mempererat hubungan antar anggota komunitas.

Apalagi, bertepatan dengan bulan Ramadan, kegiatan seperti ini menjadi alternatif menarik yang dilakukan di malam hari hingga waktu sahur.

“Ya sebenarnya ini kan mengambil kesempatan pas menjelang sahur gitu. Jadi waktunya panjang gitu, bisa sampai 4,5 jam. Setiap tahun ya menjelang Mantra116, saat puasa biasanya itu di Malang road to-nya, biasanya di area Kayutangan situ aja sih,” jelas Ivan.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.