Kota Malang, blok-a.com – Pameran seni yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sanggar Minat Universitas Negeri Malang (UM) dengan studio Kunniklan ini unik. Sebab pamerannya mengambil tema info lowongan kerja (loker).
Pameran karya seni ini berlangsung di Kotäsk Kaffe Co., Jalan Raya Langsep Nomor 2B, Pisang Candi, Kota Malang, mulai 6 sampai 13 September 2025. Selama delapan hari, pengunjung bisa menikmati beragam karya mulai pukul 10.00–22.00 WIB tanpa dipungut biaya alias gratis.
Ketua pelaksana pameran, Duta Arya Putra, menyampaikan bahwa ide awal pameran berangkat dari keresahan soal janji “19 juta lapangan pekerjaan” yang hingga kini dianggap belum terpenuhi.
“Daripada menunggu yang tidak pasti, lebih baik bikin info loker sendiri. Bedanya, kami menampilkan info loker yang nyeleneh lewat karya digital art dan toys,” kata Duta saat ditemui blok-a.com, Sabtu (6/9/2025)
Pameran ini menghadirkan 10 karya digital art dan 16 karya toys. Beberapa tampil dengan konsep unik, seperti Penambang Saturnus karya Widya, yang menggambarkan imajinasi menambang nikel di luar angkasa. Ada juga Translator Bunga, pekerjaan fiktif yang menerjemahkan bahasa bunga, hingga Planet Ojol yang menyentuh fenomena transportasi daring.
Menurut Duta, karya-karya dalam pameran ini tak lepas dari kritik sosial, Sebagian di antaranya bahkan secara terang-terangan menyuarakan isu yang sedang ramai diperbincangkan.
“Banyak karya ikut menyuarakan isu sosial yang sedang terjadi. Ada yang menyindir lewat maskot berkepala tikus berjas, ada juga yang menampilkan figur ojek online,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua UKM Sanggar Minat UM, Widya Amalia Imanti, menyebut pemilihan kafe sebagai lokasi pameran bukan tanpa alasan. Menurutnya, ruang seperti kafe membuat seni lebih mudah diakses publik.
“Kalau pameran di ruang segmented, yang datang biasanya hanya pegiat seni. Dengan di kafe, lebih banyak orang awam bisa mengenal seni toys yang kini mulai berkembang di Malang,” jelasnya.
Widya juga menjelaskan, tema Info Loker memberi kesempatan bagi seniman muda untuk menafsirkan isu sosial secara bebas. “Awalnya hanya soal lowongan pekerjaan, tapi berkembang ke isu lain yang dekat dengan keseharian masyarakat,” tambahnya.
Selain pameran, ada agenda pendukung berupa talkshow “Pengelolaan Bisnis dalam Seni” pada 7 September 2025, serta artist talk pada 13 September 2025.
Widya berharap pameran Infoloker tak hanya jadi ruang apresiasi, tapi juga wadah belajar. “Pengunjung awam bisa lebih dekat dengan seni, sementara seniman bisa menemukan cara agar karyanya tetap berkelanjutan,” ujarnya. (ber/bob)










Balas
Lihat komentar